Saat ini sudahcukup banyak sumber yang bisa memenuhi kebutuhan kita untuk memperoleh harga saham, baik yang harian (koran/majalah), semi realtime ( Y! Finance, Google Finance), maupun realtime terbatas ( www.rti.co.id ).
Umumnya Monitor harga saham realtime bisa diperoleh dengan membayar sejumlah tertentu (misalnya RTI 180-300 ribu rupiah).

Menariknya, saat ini BNI Securities memiliki produk baru bernama eSmart. Aplikasi eSmart dapat didownload disini
Nah, yang paling menarik adalah aplikasi eSmart ini modul equity monitornya (eSmart terdiri atas 2 modul yaitu modul monitor dan modul trading) dapat digunakan dengan gratis.
Dalam pengelolaan kredit terdapat istilah hapus buku, secara sederhana istilah tersebut berarti :
- perlakuan akuntansi meletakkan suatu asset menjadi off balance sheet
- merupakan tindakan kreditur mengeluarkan aset kredit yang tidak perform dari portfolio kreditnya, setelah mencadangkan profit sebagai “pengganti” asset yang tidak perform tersebut.
Hapus buku bukan berarti suatu kredit dianggap lunas dan hilang hak tagihnya. Kreditur tetap mengupayakan penagihan kewajiban-kewajiban debitur baik melalui penjualan aset-aset yang dijaminkan maupun dari sumber-sumber lainnya.
Dimata hukum, tidak ada bedanya suatu kredit dihapusbuku atau tidak. Hal ini terutama dikarenakan penghapusbukuan tidak menghilangkan hak penagihan yang dimiliki oleh kreditur.
tulisan ini dimuat oleh Satriyo Ab di facebook
Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?
Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.
Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina.
Pembicaraan berikut ini benar-benar terjadi di Kereta Benteng Express (Tangerang - Jakarta Kota) beberapa hari yang lalu :
ibu A : wah beneran itu yang punya NPWP bebas fiskal?
ibu B : bener, cuma kalo buat elu ya harus bikin lagi, untuk keluar negeri istri juga harus punya NPWP.
Eit…..STOP (hehehe saya nyetopnya dalam hati saja secara itu ibu-ibu yang biasanya rebutan kursi sama saya). Bisa tahu apa yang salah dari pembicaraan ibu-ibu tadi? Iya, benar. Istri yang suaminya memiliki NPWP tidak perlu lagi menunjukkan NPWPnya. berita jelasnya disini.
Detik.com (31 Desember 2008) memuat 7 hal yang
menjadi prioritas dalam perekonomian 2009, mereka adalah :
- Mengatasi kemungkinan pengangguran baru akibat krisis perekonomian global.
- Mengelola inflasi.
- Menjaga pergerakan sektor riil.
- Mempertahankan daya beli masyarakat.
- Melindungi masyarakat miskin. Pemerintah telah menyiapkan beberapa skim untuk program pengentasan kemiskinan.
- Memelihara kecukupan pangan dan energi.
- Menjaga pertumbuhan ekonomi
Sedikit bahan diskusi, Meski banyak yang mengkritik, saya cukup confidence dengan respon pemerintah atas krisis kali ini :
Ini tulisan yang saya buat untuk diri saya sendiri, sebagai guideline buat saya. Semoga bermanfaat buat yang membaca…
Saya suka mengamati para pembeli saham. Di galeri investasi, tiap orang memelototi pergerakan saham dari waktu ke waktu. Mereka berteriak gembira jika saham yang mereka punya naik harganya, meski kenaikannya cuman 100-200 rupiah. Dan mereka lesu atau bahkan marah jika harganya turun terus.
Di sana, saya belajar bahwa ada tiga jenis mental orang pembeli saham. Mereka adalah investor, bandar, dan penjudi. Investor adalah orang yang berpikiran bahwa saham adalah bentuk investasi jangka panjang. Bandar adalah orang yang memiliki banyak uang dan mampu menggerakkan suatu saham tertentu (terkadang para bandar saling berkolaborasi untuk memanipulasi pergerakan saham). Sedangkan penjudi adalah orang yang membeli saham untuk mendapatkan keuntungan cepat.
Dulu, kata broker saya, ada orang yang beli BUMI di 100 perak-an per lembar. Dalam beberapa tahun saja, harganya meroket mencapai 8400 per lembar. Bayangkan jika dia beli 100 lot saja (atau 50.000 lembar) dan menahannya selama 3-5 tahun, berapa keuntungan yang dia dapat? hanya dengan modal awal 5.000.000 rupiah dia mungkin mendapatkan 420.000.000 rupiah. Fantastis bukan?? Nah, jika kita ikut-ikutan membeli, apakah kita akan untung seperti dia?
Eiitsss, tunggu dulu…..
Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 28 Desember 2008 setelah melalui proses negosiasi yang tidak begitu alot dan penuh kedamaian Ruliyanto Pribadi (nickname : ruli) bersedia untuk membantu saya dalam menjalankan situs belajarkeuangan.com ini.
Sedikit tentang ybs, lulus dari Teknik Informatika perguruan tinggi ternama di kota Bandung, saat ini sebagai seorang pengusaha dan sebagai seorang investor saham fundamentalist. Satu hal yang perlu digaris bawahi dari kesibukan yang bersangkutan adalah sepak terjangnya sebagai moderator forum keuangan myquran.org
Dengan bergabungnya ruli, ke depan diharapkan situs ini bisa lebih aktif dalam menyajikan kajian-kajian ekonomi dan keuangan Indonesia, dan bisa tercipta diskusi yang interaktif antara kami (saya dan ruli) sebagai admin situs ini dan pembacanya.
Beberapa hari ini mulai terdengar masalah PSAK 50 dan PSAK 55, bagi perbankan PSAK 50 dan 55 membawa konsekuensi yang sangat besar dari segi pengukuran dan pencatatan aset. Walaupun IMHO tidak secara langsung mempengaruhi mekanisme bisnis sebuah bank, hanya saja, memang jika Bank ingin tetap kinclong setelah penerapan kedua PSAK ini, berbagai penyesuaian perlu dilakukan dari sisi bisnisnya.
Sangat santer diberitakan diberbagai media bahwa Warren Buffet memburu berbagai saham
energi di seluruh penjuru dunia melalui tangan-tangan lembaga keuangannya Berkshire Hathaway, saat ini dia telah mengakuisisi 17,5 juta saham Conoco, apakah ini berarti bahwa titik nadir bawah telah tercapai ? Bagaimanapun, Buffet menegaskan pada saat diwawancara bahwa dia melakukan ini untuk kepentingan jangka panjang.
Masalahnya, seberapa panjangkah jangka panjang itu ? Sebagai ilustrasi, saat ini, akibat krisis global yang nampaknya masih akan berkepanjangan, negara-negara maju mengalami resesi, akibatnya terjadi ekspektasi penurunan pertumbuhan ekonomi yang cukup drastis, thus hal ini menyebabkan penurunan komoditas sebagai “bahan bakar perekonomian”. Minyak bumi tidak luput dari hal ini. Bayangkan dari harga mendekati USD 150 per barrel beberapa bulan yang lalu menjadi kurang dari USD 49 per barrel per 28-11-2008.



