pelajaran tentang ekonomi & keuangan di Indonesia
In: energi| hanya di indonesia| inflasi| kehidupan sehari-hari| komoditas
20 Apr 2008Hari ini detikfinance menurunkan berita bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah harga minyak mencapai USD 117 per barrel. Hal yang sangat mengkhawatrikan adalah bahwa Pemerintah Indonesia memiliki kebijakan untuk mensubsidi BBM, sebagai perbandingan Premium hari ini diperdagangkan sebesar Rp 4500, sementara Pertamax diperdagangkan pada harga Rp 8600 (harga di Yogyakarta). Kembali pada berita yang kita dapat dari detik tadi, ini berarti pengeluaran pemerintah untuk membiayai program subsidi ini akan semakin besar yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan proyek pemerintah lainnya kekurangan dana.
Dan bagi sektor swasta, khususnya industri berbahan baku minyak bumi dan turunannya, hal ini dapat menyebabkan kolapsnya perusahaan, karena peningkatan harga bahan baku yang sangat tajam.
Dalam mengurangi ketergantungan terhadap BBM, pemerintah telah meluncurkan program konversi , salah satunya adalah minyak tanah akan dikonversi ke elpiji. Sejauh ini program konversi ini kurang berjalan lancar. Sebelum proses konversi dilakukan minyak tanah telah mengalami kelangkaan diberbagai wilayah, kualitas kompor dan tabung elpiji kerap mendapat sorotan dari sisi keamanan dan yang paling penting adalah pemerintah tidak bisa mengontrol pengguna elpiji bersubsidi hanya dari konsumen yang menjadi sasaran program ini. Meski demikian secara umum program ini penting untuk dilakukan, tahukah anda bahwa kerosene (AKA minyak tanah) diproduksi dengan fraktura minyak bumi yang sama dengan Avtur yang harganya beberapa kali lebih mahal?
Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.
1 Response to minyak bumi bullish, kesejahteraan bearish ?
kawel
September 25th, 2008 at 3:38 am
Nice Article