:: subprime mortgage dan Indonesia

In: hutang| investasi| masalah| rate bunga| sektor perbankan

2 Apr 2008

Untuk sementara artikel ini menggunakan terjemahan dari Google Translate.

Sid H. Kusuma sebagai diterbitkan oleh detikFinance komprehensif melanjutkan menulis di Sub prime Mortgage ekonomi di AS.

Untuk sisa dari Anda yang tidak akrab dengan topik, mari kita mulai dengan istilah linguistik. Untuk membuatnya lebih sederhana, Sub prime Mortgage adalah hipotek yang diberikan kepada debitur sub prime. di AS, hipotek debitur juga nilai (yang tidak terjadi di Indonesia). Kredit perusahaan sangat tergantung pada pihak ke-3 angka perusahaan yang mengklasifikasikan kebugaran dari setiap aplikasi hipotek. ada metode FICO misalnya, ia memberikan hipotek skor dari 300-850 pada [1] Pembayaran sejarah 35% [2] Jumlah Owed 30% [3] Sejarah Lama Kredit 15% [4] Baru kredit 10% dan [ 5] Jenis Kredit Digunakan. Sub prime debitur adalah debitur dengan FICO menilai kurang dari 620.

Sub prime debitur adalah debitur risiko tinggi, untuk mengatasi hal ini maka kredit perusahaan compensates profil resiko yang tinggi dengan bunga tinggi sebagai jaminan kredit streaming sesuai tinggi risiko tinggi kembali filosofi. Namun suku bunga tinggi adalah sulit untuk menjual, karena orang-orang di daerah sub prime kurang memiliki uang untuk membayar bunga, untuk mengatasi ini, maka kredit perusahaan mengembangkan produk yang terjangkau oleh debitur sub prime setidaknya pada awal tahun pembayaran debitur periode. Yang paling terkenal untuk skema sub prime mortgage di Amerika Serikat adalah 2 / 28 ARM skema di mana 75% dari Sub prime Mortgage berasal, sudah 2 tahun lebih rendah (baca: penggoda) menilai kemudian setelah 2 tahun menjadi adjustable rate.

Masalah dengan sub prime mortgage terjadi setelah masa penggoda atau ‘membantu bagian’ berakhir. Sejak idea penggoda periode debitur telah memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas kinerja keuangan mereka sehingga mereka bisa pukulan dengan tingkat bunga hipotek mereka. Tapi, apa yang akan terjadi jika kekuatan keuangan mereka tidak mendapatkan apa pun yang lebih baik? Ini adalah penyebab krisis Sub prime Mortgage di Amerika Serikat. Setelah periode waktu tertentu, kualitas plummeted kredit, karena debitur tidak bisa membayar angsuran mereka meningkat.

Kerumitan US ini memungkinkan krisis ekonomi yang akan disampaikan melalui pengaruh efek untuk keseluruhan kondisi ekonomi negara.

Indonesia tidak langsung terpengaruh oleh krisis ini tidak ada sejak Indonesia ada perusahaan investasi yang signifikan pada sub prime mortgage dan Indonesia tidak ada perusahaan investasi yang signifikan pada setiap perusahaan yang terkena dampak krisis.

Namun bagaimanapun, krisis terlalu mempengaruhi Indonesia, dengan kegembiraan luar biasa dari nilai tukar dan pasar saham yang menunjukkan bahwa pasar Indonesia tidak kebal dari krisis’ contagious efek. Terutama, Drajad Wibowo, seorang pembuat undang-undang di DPR (parlemen Indonesia) memiliki komentar tentang krisis sub prime efek pada perekonomian Indonesia bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah daripada itu sebagai prediksi oleh pemerintah Indonesia. Dia mengatakan bahwa pemerintah 6,8% dari perkiraan pertumbuhan ekonomi kelihatannya tidak mungkin, adalah sesuai untuk mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 hanya 6,1% pada angka.

Sangat wajar untuk Dradjat Wibowo mengatakan pendapat seperti itu, karena AS sebagai konsumen terbesar dunia dasar juga mengkonsumsi produk Indonesia. Oleh krisis, inflasi yang tinggi, kenaikan harga akan memperlambat konsumsi masyarakat di AS, dan jika konsumsi adalah lambat, permintaan terhadap produk Indonesia akan terlalu lambat.

  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogsvine
  • E-mail this story to a friend!
  • IndianPad
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Pownce
  • Propeller
  • Reddit
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Comment Form

:: tentang blog ini

Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.

:: sekilas indonesia

    Togean Islands - Sulawesi - Indonesiaportrait in blueSecret Garden | Desa Seni Resort | Bali
  • sony akbar: thanks for inform... bisa gak minta study kasus PSAK 50 dan 55 di perbankan kita.. kirim ke e-mai [...]
  • Fong: kalau boleh tanya, apakah ada minimum fee saat trading? kena biaya bulanan brapa ya? thx [...]
  • marco: :D thanks [...]
  • nugrohoadipratama: kalo buku saya kurang tahu ibu, btw tapi setahu saya di buku PSAK (versi yang saya pegang versi Sept [...]
  • estorina: pak kl untuk buku atau data yang sudah membahas maslah ini sudah ada belum ya?? coz saya tertarik u [...]

twitter feed

Ngobrol yuk


ShoutMix chat widget