Greemen, Bank kaum Miskin

In: hutang| karya bagus| sektor perbankan

13 Apr 2008

Tulisan ini diadaptasi dari postingan ruli_pribadi@yahoo.com di milis alumni PAS-ITB.ddost on PAS-ITB mailing list, the article posted here using

Kurang lebih 100 tahun yang lalu, manusia mencari cara untuk dapat terbang dilangit. Banyak yang meragukan impian ini, banyak yang menganggap bahwa ini hanyalah khayalan orang gila. Bagaimanapun, pada 1903 Wright bersaudara berhasil menerbangkan pesawat yang pertama.  Saat itu pesawat hanya dapat terbang selama 12 detik sejauh 120 kaki, inilah benih atas harapan perubahan dunia, 65 tahun kemudian manusia pertama mendarat di bulan. (sebagaimana dikutip dari pidato pembukaan M. Yunus pada Micro Credit Summit 1997).

Seabad silam, manusia berasumsi bahwa perjalanan ke luar angkasa adalah hal yang tidak mungkin, tapi pada abad 21 ini kita menjadi saksi bagaimana batas-batas kemampuan terlampaui. Sesuatu yang nampak begitu absolut dulunya, kini terlampaui memaksa kita untuk mengubah seluruh cara pandang kita.

Kita juga selalu diajarkan bahwa kemiskinan adalah sesuatu yang absolut dan tidak dapat dirubah. Dan selama ini kita hanya menerima pernyataan tersebut tanpa mencari lebih jauh.

Di negara, dimana kesejahteraan sosial nampak sebagai suatu kemuskilan, dimana wanita diklasifikasi sebagai warga negara yang termarjinalkan, yang penuh dengan wabah kelaparan, yang menderita akibat ketidakstabilan politik oleh kudeta berkepanjangan dan yang diterjang oleh berbagai bencana alam, di negara yang sama telah lahir institusi perbankan yang fenomenal, benih dari pemikiran yang revolusioner dalam pengentasan kemiskinan di seluruh muka bumi.

Adalah Muhammad Yunus, seorang professor ekonomi, terusik bahwa studi-studi ekonomi menerima bahwa kemiskinan disebabkan oleh keengganan untuk menjadi produktif. M. Yunus menemukan bahwa kemiskinan di Bangladesh utamanya disebabkan oleh ketiadaan akses bagi masyarakat miskin terhadap aset-aset ekonomi (dalam hal ini kapital). Orang-orang Bangladesh yang paling miskin adalah orang-orang yang dimarjinalkan oleh sistem perbankan setempat, dengan label sebagai non-bankable group, terkungkung oleh agama dan adat, bantuan dari pemerintah atau institusi dunia sangat jarang dapat menyentuh golongan ini.

M. Yunus menunjukkan fakta bahwa masyarakat miskin tidak membutuhkan sumbangan, sumbangan hanya akan menambah beban mereka, merampas insentif yang seharusnya mereka peroleh dan memperkosa harga diri mereka. Dalam setiap diri manusia pada dasarnya ada enterpreneurship untuk dihargai dan dimanfaatkan. Kemampuan masyarakat miskin untuk tetap hidup merupakan bukti yangtidak terbantahkan bahwa mereka memiliki keinginan untuk berjuang. Dalam suatu kesempatan M. Yunus menunjukkan bahwa pengemis (yang juga seorang ibu rumah tangga) memiliki kompetensi untuk menjadi pengusaha yang sukses.

Grameen Bank memiliki produk kredit mikro untuk masyarakat termiskin, siapapun dari mereka yang memiliki keinginan untuk memperbaiki taraf kehidupannya. Dalam skema produk ini, kredit diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, yang didalamnya terjadi proses saling bantu satu sama lain. Dan perlu digaris bawahi bahwa apa yang dilakukan oleh M. Yunus bukan semata-mata kegiatan sosial, produk ini memiliki alasan-alasan pembentukan profit juga, NPL pada kredit mikro berada pada kisaran yang sangat rendah sekitar 1-2% sementara NPL pada kredit komersial umumnya berada pada 3-5%.

Selama 25 tahun sejak pendiriannya, Greemen Bank selalu membukukan profit sebagai bukti bahwa masyarakat miskin juga merupakan golongan yang kredibel untuk memperoleh kredit.

  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogsvine
  • E-mail this story to a friend!
  • IndianPad
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Pownce
  • Propeller
  • Reddit
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

1 Response to Greemen, Bank kaum Miskin

Avatar

kesehatan anak

April 17th, 2008 at 3:59 pm

good information

Comment Form

:: tentang blog ini

Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.

:: sekilas indonesia

    Togean Islands - Sulawesi - Indonesiaportrait in blueSecret Garden | Desa Seni Resort | Bali
  • sony akbar: thanks for inform... bisa gak minta study kasus PSAK 50 dan 55 di perbankan kita.. kirim ke e-mai [...]
  • Fong: kalau boleh tanya, apakah ada minimum fee saat trading? kena biaya bulanan brapa ya? thx [...]
  • marco: :D thanks [...]
  • nugrohoadipratama: kalo buku saya kurang tahu ibu, btw tapi setahu saya di buku PSAK (versi yang saya pegang versi Sept [...]
  • estorina: pak kl untuk buku atau data yang sudah membahas maslah ini sudah ada belum ya?? coz saya tertarik u [...]

twitter feed

Ngobrol yuk


ShoutMix chat widget