Ekonomi Indonesia vs Krisis US Mortgage

In: masalah| opini dan pendapat| outlook

6 Oct 2008

Terselamatkan oleh libur Idul Fitri, pasar saham Indonesia tidak mengalami gonjang-ganjing sebagaimana yang terjadi diberbagai pasar saham dominan di dunia.

sumber : www.presidenri.go.id

sumber : www.presidenri.go.id

Tadi malam, kurang lebih jam 11 WIB di TVRI disiarkan rilis pers oleh menteri-menteri yang terkait langsung dengan pengelolaan ekonomi Indonesia., diantaranya Menteri Keuangan (dan Menko. Perekonomian) Sri Mulyani; Gubernur BI Boediono; Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu; dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Singkatnya melalui rilis pers ini pemerintah berusaha menyampaikan bahwa pemerintah sepenuhnya menyadari risiko yang ada dengan semakin nyatanya ancaman krisis US Mortgage terhadap perekonomian global dan lebih lanjut lagi tentunya adalah bagaimana efek dari krisis tersebut terhadap ekonomi Indonesia. Gubernur BI Boediono menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang krusial untuk selamat dari krisis, yaitu :

  1. Menjaga neraca perdagangan tetap positif (terutama dengan meningkatkan ekspor dan membatasi impor)
  2. Menjaga keberlangsungan pertumbuhan kredit dengan MEMBATASI super growth kredit saat ini (saat ini pertumbuhan kredit sekitar 25-40%, Boediono mentargetkan bahwa pertumbuhan kredit perlu di rem sampai angka 6-9%). Saya menduga hal ini juga ada kaitannya dengan semakin ketatnya pasar likuiditas di Indonesia dan meningkatnya risiko kredit akibat ketidakhati-hatian bank dalam mengejar target pertumbuhan.

Central Bank Governor Mr. Boediono stated that the crucial part of surviving the crisis was :

  1. maintain a positive current account (by expanding export and limit import)
  2. maintain a sustainable credit growth (current credit growth was 36% y-o-y, central bank sees that it needs to slow down to approx. 6% y-o-y, this policy most likely to anticipate liquidity squish caused by market conservatism upon the crisis).

Sejauh ini saya masih sangat setuju dengan berbagai opini dan langkah-langkah yang disiapkan pemerintah. Satu hal dari rilis pers ini yang perlu saya tekankan adalah bahwa sebagaimana diungkapkan oleh Boediono, situasi ke depan akan sangat berfluktuasi.

  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogsvine
  • E-mail this story to a friend!
  • IndianPad
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Pownce
  • Propeller
  • Reddit
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Comment Form

:: tentang blog ini

Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.

:: sekilas indonesia

    Togean Islands - Sulawesi - Indonesiaportrait in blueSecret Garden | Desa Seni Resort | Bali
  • sony akbar: thanks for inform... bisa gak minta study kasus PSAK 50 dan 55 di perbankan kita.. kirim ke e-mai [...]
  • Fong: kalau boleh tanya, apakah ada minimum fee saat trading? kena biaya bulanan brapa ya? thx [...]
  • marco: :D thanks [...]
  • nugrohoadipratama: kalo buku saya kurang tahu ibu, btw tapi setahu saya di buku PSAK (versi yang saya pegang versi Sept [...]
  • estorina: pak kl untuk buku atau data yang sudah membahas maslah ini sudah ada belum ya?? coz saya tertarik u [...]

twitter feed

Ngobrol yuk


ShoutMix chat widget