pelajaran tentang ekonomi & keuangan di Indonesia
In: hanya di indonesia| hutang| outlook| rate bunga| sektor perbankan
30 Oct 2008Boediono, Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rates, sementara trend diberbagai negara adalah menurunkan suku bunga kunci untuk mempertahankan pertumbuhan dan menghindari resesi. Banyak yang bersikap kontra terhadap kebijakan Boediono ini, kebanyakan berpendapat bahwa kebijakan menaikkan suku bunga akan menghancurkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendapat ini sah-sah saja diutarakan mengingat dominannya peran Bank sebagai investor (dalam konteks sebagai kreditur); kenaikan BI Rates akan menyebabkan sumber pendanaan bank menjadi semakin mahal (meminta return yang lebih tinggi), dan hal ini akan memaksa bank untuk mengenakan suku bunga yang lebih tinggi pada debiturnya, kenaikan suku bunga pinjaman berarti tambahan biaya, dan sampai pada titik tertentu perusahaan akan melakukan keputusan-keputusan penghematan, contoh yang paling ekstrim adalah PHK.
Tanpa bermaksud memihak (Boediono maupun para pengkritiknya); tindakan Boediono bukan tanpa alasan. Ada beberapa fakta lain yang juga harus diperhatikan :
Singkat cerita, pada kenyataanya suatu kebijakan atas suku bunga memang berpengaruh ke banyak arah, tinggal mana yag signifikan dan bagaimana fine tuningnya.
Sedangkan untuk rekan-rekan analis, mungkin inilah saatnya bagi kita untuk melakukan analisa skenario lebih mendalam dan memasukkan perkiraan pesimistik dalam analisa-analisa kita.
Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.