BUMI, Roket yang tidak sampai ke bulan!

In: energi| opini dan pendapat| perusahaan| saham

28 Dec 2008

Dulu, kata broker saya, ada orang yang beli BUMI di 100 perak-an per lembar. Dalam beberapa tahun saja, harganya meroket mencapai 8400 per lembar. Bayangkan jika dia beli 100 lot saja (atau 50.000 lembar) dan menahannya selama 3-5 tahun, berapa keuntungan yang dia dapat? hanya dengan modal awal 5.000.000 rupiah dia mungkin mendapatkan 420.000.000 rupiah. Fantastis bukan?? Nah, jika kita ikut-ikutan membeli, apakah kita akan untung seperti dia?

Eiitsss, tunggu dulu…..

Itulah pasar saham, penuh dengan jebakan-jebakan spekulatif. Kita tergoda oleh cerita muluk-muluk keberhasilan orang lain. Pada dasarnya, manusia suka berjudi. Kita suka bertaruh (walo tidak pakai uang sekalipun) tentang capres mana yang akan menang tahun 2009 atau tentang masa depan Indonesia. Dan IHSG bagi kebanyakan orang menjadi tempat taruhan. Mereka lepas kontrol dan membeli membabi buta saat pasar sedang bullish dimana harga-harga saham meroket tajam. Dan mereka panik menjual saham saat pasar bearish dimana harga-harga turun terus (seperti sekarang ini).

Dan inilah yang hendak saya bicarakan…yaitu KASUS SAHAM BUMI sebagai pelajaran investasi. Jika ada yang salah dari tulisan saya, mohon dimaafkan dan dikoreksi.

BUMI adalah saham fenomenal…harganya terus-terusan meroket, didorong oleh hasrat spekulatif dan keuntungan yang tertulis di pembukuan. Saat saya masuk ke pasar saham di februari 2008 (belum lama juga saya di pasar saham), hampir semua analis menyarankan BUMI. Tiap pagi di TV One, analis-analis yang berbeda tersebut mendudukkan BUMI di top three untuk rekomendasi saham. Pelajaran Pertama IHSG  : ‘Jangan mudah mempercayai analis’. Bersikaplah agak skeptis. Mereka mungkin merekomendasikan BUMI karena perusahaan mereka membeli BUMI, jadi jika semua orang membeli BUMI mereka diuntungkan.

Mari kita lihat lebih dekat terhadap saham BUMI.

Apakah harganya wajar? Kata analis iya, karena nilai PER (price earning ratio –harga dibanding keuntungan per lembar) rendah. Oh ya?? Coba lihat lagi, memangnya BUMI itu adalah perusahaan yang sudah mapan dan terbukti selama puluhan tahun? TIDAK! BUMI adalah tipikal growth stock yang selalu diperingatkan oleh Benjamin Graham untuk dijauhi. Ini adalah jenis saham over heat yang setelah terlalu panas akan meleleh. Harga yang naik terus ini lebih disebabkan karena harga batu bara yang naik tajam mencapai 200 dollar per ton (saat ini hanya 70 dollar per ton). Singkatnya, kenaikan BUMI lebih disebabkan faktor eksternal yang rapuh yaitu kenaikan harga minyak yang mendorong kenaikan harga batu bara. Saat harga minyak anjlok, BUMI pun langsung anjlok.

Dan saya juga menjauhi saham BUMI karena mereka membagi deviden kecil sekali (CMIIW). Bahkan di saat untung besarpun mereka  sedikit membagi keuntungannya, dan keuntungan hanya untuk manajerial BUMI. Lalu bagaimana jika mereka rugi?

Dan setelah beberapa waktu kemudian, BUMI diindakasikan mengutak-utik laporan keuangannya (ini praktek yang katanya masih sering terjadi, jadi Anda mesti waspada..dulu bahkan perusahaan negara seperti PGAS pun melakukannya). Apalagi BUMI juga menunggak royalti kepada pemerintah. Lalu, berapa keuntungan sebenarnya dari pembukuan itu?  Dan terakhir, BUMI adalah milik grup bakrie yang dengar-dengar serakah. Nah, sekarang terbukti bahwa semua grup bakrie bermasalah (tapi anehnya mas aburizal jadi menko kesra –lucu ya Indonesia ini?).

Sekarang harga BUMI adalah 870 perak per lembar. Sempat mengalami auto reject batas bawah dalam beberapa hari. Harganya sekarang merangkak naik sedikit tapi lebih karena (kalo tidak salah) Northstar akan membeli BUMI. Nah, kemana para analis yang dulu merekomendasikan saham BUMI? Apakah mereka bersedia mempertanggungjawabkan saran mereka? Mereka mungkin berkilah bahwa BUMI direkomendasikan untuk trading jangka pendek.

Dan ada satu tambahan pandangan dari saya, saya secara konsisten menjauhi saham-saham batu bara. Buat saya, investasi pasar saham mesti jangka panjang (di atas 5 tahun kalo bisa). Dan saya ingin memilih saham yang tetap bagus dalam jangka panjang. Batu bara adalah bahan bakar yang kurang ramah lingkungan karena polusi udara yang disebabkan cukup besar sehingga harganya lebih murah. Pemakai terbesar batu bara adalah cina, dan cina adalah salah satu negara yang udaranya sangat kotor. Jika ada alternatif energi lain yang bisa dikembangkan secara masal (seperti bio fuel) yang ramah lingkungan, trend batu bara akan padam. Jadi, saya tidak mau membeli saham batu bara yang lain seperti PTBA, ADRO, ITMG, dll.

Itu adalah pandangan subjektif saya, saya akui bahwa bisa jadi saya salah.

  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogsvine
  • E-mail this story to a friend!
  • IndianPad
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Pownce
  • Propeller
  • Reddit
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Comment Form

:: tentang blog ini

Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.

:: sekilas indonesia

    Togean Islands - Sulawesi - Indonesiaportrait in blueSecret Garden | Desa Seni Resort | Bali
  • sony akbar: thanks for inform... bisa gak minta study kasus PSAK 50 dan 55 di perbankan kita.. kirim ke e-mai [...]
  • Fong: kalau boleh tanya, apakah ada minimum fee saat trading? kena biaya bulanan brapa ya? thx [...]
  • marco: :D thanks [...]
  • nugrohoadipratama: kalo buku saya kurang tahu ibu, btw tapi setahu saya di buku PSAK (versi yang saya pegang versi Sept [...]
  • estorina: pak kl untuk buku atau data yang sudah membahas maslah ini sudah ada belum ya?? coz saya tertarik u [...]

twitter feed

Ngobrol yuk


ShoutMix chat widget