tiga jenis mental orang pembeli saham

In: investasi| opini dan pendapat| saham

28 Dec 2008

Ini tulisan yang saya buat untuk diri saya sendiri, sebagai guideline buat saya. Semoga bermanfaat buat yang membaca…

luckyspeculatorSaya suka mengamati para pembeli saham. Di galeri investasi, tiap orang memelototi pergerakan saham dari waktu ke waktu. Mereka berteriak gembira jika saham yang mereka punya naik harganya, meski kenaikannya cuman 100-200 rupiah. Dan mereka lesu atau bahkan marah jika harganya turun terus.

Di sana, saya belajar bahwa ada tiga jenis mental orang pembeli saham. Mereka adalah investor, bandar, dan penjudi. Investor adalah orang yang berpikiran bahwa saham adalah bentuk investasi jangka panjang. Bandar adalah orang yang memiliki banyak uang dan mampu menggerakkan suatu saham tertentu (terkadang para bandar saling berkolaborasi untuk memanipulasi pergerakan saham). Sedangkan penjudi adalah orang yang membeli saham untuk mendapatkan keuntungan cepat.

Para penjudi sering disebut secara salah kaprah sebagai investor di acara TV atau di koran-koran. Salah! Mereka adalah para spekulan yang bertindak spekulatif. Mereka adalah para penjudi yang terjebak di mesin roulette IHSG yang bergerak seperti roller coaster. Mereka adalah orang-orang yang layak dikasihani sebab penjudi adalah orang yang secara probabilitas matematika ditakdirkan kalah. Sebagian dari mereka mungkin menang, tetapi bukan kemenangan abadi sebab bagaimanapun mentalitas penjudi adalah tidak pernah puas terhadap apa yang didapatnya. Mereka akan menang, menang, menang, kemudian tiba-tiba kalah besar dan bangkrut.

Jika Anda memasuki dunia bursa saham, pastikan diri Anda bukanlah seorang spekulan. Baca dengan teliti karakter spekulan dan investor di bawah ini. Dan jika Anda mendapati diri Anda spekulan, lebih baik Anda cepat-cepat menyingkir dari pasar saham. Jangan terbujuk rayuan para pialang yang berkata ’Anda pasti menang!’. Omong kosong. Jika Anda bermental spekulan, saya sarankan lebih baik Anda membuat usaha sendiri di sektor riil, atau menyimpan uang di deposito, atau beli properti saja.

Spekulan :

  1. Mereka sulit menyimpan saham yang mereka miliki lebih dari 1 bulan, atau bahkan 1 minggu atau 1 hari. Mereka mencari untung cepat walaupun kecil dengan melakukan trading jangka pendek.
  2. Mereka berorientasi kepada kondisi makro ekonomi ketimbang kondisi mikro perusahaan. Biasanya mereka sensitif terhadap perubahan harga komoditas, inflasi bulanan, pertumbuhan ekonomi nasional, dan TERUTAMA indeks dow jones.
  3. Mereka mengandalkan analisis teknikal ketimbang analisis fundamental. Mereka cenderung melihat pergerakan harga saham sebagai fungsi matematis ketimbang sebagai pencerminan value suatu bisnis.
  4. Mereka panik membeli saat pasar bullish. Dan mereka panik menjual saat pasar bearish. Mereka melihat baik buruknya saham hanya berdasar harga pasar saham.
  5. Mereka lebih suka memilih saham growth stock yang harganya naik terus walau sudah berharga terlalu mahal ketimbang saham-saham perusahaan mapan yang sudah teruji tapi harganya turun (atau stabil).
  6. Mereka mencari keuntungan terutama lewat capital gain ketimbang memperhatikan deviden tahunan yang mungkin diterima.
  7. Mereka jarang membaca laporan keuangan perusahaan untuk membeli suatu saham karena malas. Mereka kebanyakan mengandalkan omongan teman, nasihat analis pasar, saran para pialang, rumor di milis, trend pasar, atau sentimen global.
  8. Mereka membeli saham terutama untuk sektor tertentu yang sedang booming. Jika hari ini harga CPO naik, mereka ramai-ramai membeli saham-saham perkebunan, tidak peduli apakah perusahaan perkebunan tersebut secara fundamental kurang bagus atau sudah terlalu mahal untuk dibeli.
  9. Mereka cenderung emosional dalam membeli saham. Mereka tidak menggunakan nalar yang sehat. Mereka rentan terhadap penyakit jantung, stroke, atau darah tinggi jika harga-harga saham berguguran.
  10. Pada akhirnya, mereka berspekulasi. Bukan berinvestasi.

Investor :

  1. Mereka membeli saham untuk jangka panjang. Mereka menetapkan target untuk memiliki saham dalam skala tahunan (jangka paling pendek mungkin bahkan mencapai 5 tahun).
  2. Mereka berorientasi kepada kondisi mikro perusahaan ketimbang kondisi makro ekonomi. Perusahaan dengan manajemen yang baik akan tetap bertahan bahkan dalam fase krisis sekalipun. Lihatlah kondisi krisis 98 dimana banyak perusahaan di Indonesia ternyata masih bisa survive.
  3. Mereka tidak pernah menggunakan analisis teknikal sama sekali. Bagi mereka, analisis teknikal adalah lelucon konyol dari profesor ekonomi yang sok tahu. Mereka menggunakan analisis fundamental perusahaan dengan mencari tahu : (1) Manajemen perusahaan (2) Ketahanan perusahaan (3) Harga yang under-value. Ini bisa dilihat dari catatan panjang sejarah perusahaan; riwayat pembagian deviden; nilai PER, PBV, dan hutang lancar/aset lancar yang cukup rendah.
  4. Mereka membeli borongan saat pasar bearish. Dan mereka menjual saat pasar bullish. Saat pasar bearish, mereka melihat saham-saham sedang dijual diskon. Dan saat pasar bullish, saham-saham naik ke ketinggian yang berbahaya. Mereka melihat baik buruknya saham berdasar value perusahaan dibandingkan dengan harganya yang cukup murah.
  5. Mereka lebih suka memilih saham-saham membosankan yang tidak terlalu trend di pasar. Mereka lebih suka memilih saham yang bertahan baik selama 20 tahun ke belakang dan mungkin akan tetap bertahan selama 20 tahun ke depan. Mereka jelas menghindari IPO saham  yang belum teruji.
  6. Mereka menjadikan deviden tahunan yang mungkin diterima sebagai margin pengaman. Jika suatu saham yang mereka beli harganya jatuh, mereka tidak panik karena mungkin masih mendapat keuntungan lewat deviden.
  7. Mereka selalu membaca laporan keuangan perusahaan untuk membeli suatu saham. Mereka mengabaikan nasihat analis pasar atau saran para pialang yang tidak masuk akal. Mereka independen dalam menentukan keputusan tetapi bersedia bersikap open-minded terhadap nasihat-nasihat yang diberikan.
  8. Mereka tidak membeli saham karena suatu sektor sedang booming. Mereka membeli saham yang mereka bisa mengerti neraca keuangannya dan projeksi ke depannya.
  9. Mereka rasional dalam memilih saham. Mereka bersedia introspeksi diri saat salah dalam melakukan pembelian. Dan mereka tidak terjebak euphoria saat saham mereka naik. Mereka menjual atau membeli saham berdasar logika yang benar.
  10. Merekalah investor sejati. Mereka menghindari perbuatan judi.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogsvine
  • E-mail this story to a friend!
  • IndianPad
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Pownce
  • Propeller
  • Reddit
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Comment Form

:: tentang blog ini

Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.

:: sekilas indonesia

    100201_RajaAmpat-102-webMangrovesWallpaper Arema Indonesia
  • sony akbar: thanks for inform... bisa gak minta study kasus PSAK 50 dan 55 di perbankan kita.. kirim ke e-mai [...]
  • Fong: kalau boleh tanya, apakah ada minimum fee saat trading? kena biaya bulanan brapa ya? thx [...]
  • marco: :D thanks [...]
  • nugrohoadipratama: kalo buku saya kurang tahu ibu, btw tapi setahu saya di buku PSAK (versi yang saya pegang versi Sept [...]
  • estorina: pak kl untuk buku atau data yang sudah membahas maslah ini sudah ada belum ya?? coz saya tertarik u [...]

twitter feed

  • I just downloaded the coolest email client ever! Get it while it's hot http://bit.ly/dwGjHv #inbox2 2 weeks ago
  • Gundam Unicorn OVA already on #1 of 6 . 1st impression, mecha char same with 00 n Seed, human char close to Wings, overall.....MUST HAVE !!! 3 weeks ago
  • dirumah bersama #littlenlovelychacha ngajakin nonton gukguk via NatGeo web, duh anak-anak umur berapa sih bisa mulai klik-klik sendiri ? 3 weeks ago
  • baru nyobain tweetdeck, hahahaha asik banget ternyata, gua kemana aja........ greatest feature : bisa grouping + group/list as column 1 month ago
  • mind is a delicate thing to handle, it definitely need to be mapped. 2 months ago
  • my lovely wife getting panic after getting my medical check result. 2 months ago
  • @home, resetting mind, desperately hope for internal relief 3 months ago

Ngobrol yuk


ShoutMix chat widget