<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>belajar :: keuangan &#187; hutang</title>
	<atom:link href="http://belajarkeuangan.com/category/hutang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkeuangan.com</link>
	<description>pelajaran tentang ekonomi &#38; keuangan di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 18:03:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://belajarkeuangan.com</link>
<url>http://belajarkeuangan.com/wp-content/mbp-favicon/credit cards.ico</url>
<title>belajar :: keuangan</title>
</image>
		<item>
		<title>Hapus Buku Kredit: Manfaat dan Masalahnya</title>
		<link>http://belajarkeuangan.com/2009/04/hapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya/</link>
		<comments>http://belajarkeuangan.com/2009/04/hapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 03:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugrohoadipratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[hanya di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[sektor perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkeuangan.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pengelolaan kredit terdapat istilah hapus buku, secara sederhana istilah tersebut berarti :

perlakuan akuntansi meletakkan suatu asset menjadi off balance sheet
merupakan tindakan kreditur mengeluarkan aset kredit yang tidak perform dari portfolio kreditnya, setelah mencadangkan profit sebagai &#8220;pengganti&#8221; asset yang tidak perform tersebut.

Hapus buku bukan berarti suatu kredit dianggap lunas dan hilang hak tagihnya. Kreditur tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-186 alignright" style="margin-right: 5px;" title="eraser" src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2009/04/eraser-150x150.jpg" alt="eraser" width="150" height="150" />Dalam pengelolaan kredit terdapat istilah hapus buku, secara sederhana istilah tersebut berarti :</p>
<ol>
<li>perlakuan akuntansi meletakkan suatu asset menjadi <em>off balance sheet</em></li>
<li>merupakan tindakan kreditur mengeluarkan aset kredit yang tidak perform dari portfolio kreditnya, setelah mencadangkan profit sebagai &#8220;pengganti&#8221; asset yang tidak perform tersebut.</li>
</ol>
<p>Hapus buku bukan berarti suatu kredit dianggap lunas dan hilang hak tagihnya. Kreditur tetap mengupayakan penagihan kewajiban-kewajiban debitur baik melalui penjualan aset-aset yang dijaminkan maupun dari sumber-sumber lainnya.</p>
<p>Dimata hukum, tidak ada bedanya suatu kredit dihapusbuku atau tidak. Hal ini terutama dikarenakan penghapusbukuan tidak menghilangkan hak penagihan yang dimiliki oleh kreditur.</p>
<p>Untuk lebih fokus kita akan mencoba membahas hapus buku kredit pada perbankan khususnya di Indonesia.</p>
<p>Pasca Krisis Moneter 2008, perbankan Indonesia memiliki permasalahan kredit yang sangat kompleks, baik akibat perubahan nilai tukar (menyebabkan <em>debt overhang</em>) maupun akibat pergerakan suku bunga yang liar pada masa itu. Keduanya menyebabkan banyak debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada Bank.</p>
<p>Dengan melakukan hapus buku, Bank memiliki posture yang baik dimata investor/konsumen, selain itu jika suatu kredit sudah tidak memiliki potensi penyelesaian lagi, dapat dikatakan uang yang bank tanamkan di pencadangan juga sudah tidak memiliki nilai manfaat lagi secara yuridis bagi bank [tidak bisa dinyatakan sebagai laba].</p>
<p>Sehingga untuk menghindari kerugian ganda [posture yang jelek dan pencadangan yang besar] maka secara selektif dan sesuai kebijakan bank, lebih baik dilakukan hapus buku atas suatu kredit bermasalah yang kecil potensi penyelesaiannya. Toh, laba yang telah masuk kantong pencadangan tadi sudah tidak dibuku sebagai laba, sebaliknya jika ke depannya ada aset kredit hapus buku yang berhasil terkoleksi/terselesaikan akan langsung menambah laba Bank.</p>
<p><em>Tulisan ini merupakan pengejawantahan pengalaman dan pengetahuan penulis, karena keterbatasan sumber daya penulis belum dapat mencantumkan sumber-sumber yang layak menjadi acuan atas isu yang dibahas, sehingga tulisan inipun tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan atau pemanfaatan lainnya.</em></p>

<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong></strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow" id="digg" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fsubmit%3Fphase%3D2%26amp%3Burl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3Btitle%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya%26amp%3Bbodytext%3DDalam%2520pengelolaan%2520kredit%2520terdapat%2520istilah%2520hapus%2520buku%252C%2520secara%2520sederhana%2520istilah%2520tersebut%2520berarti%2520%253A%250D%250A%250D%250A%2509perlakuan%2520akuntansi%2520meletakkan%2520suatu%2520asset%2520menjadi%2520off%2520balance%2520sheet%250D%250A%2509merupakan%2520tindakan%2520kreditur%2520mengeluarkan%2520aset%2520kredit%2520yang%2520tidak%2520perform%2520dari%2520';" title="Digg"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="sphinn" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fsphinn.com%2Findex.php%3Fc%3Dpost%26m%3Dsubmit%26link%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F';" title="Sphinn"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/sphinn.png" title="Sphinn" alt="Sphinn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="del.icio.us" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdelicious.com%2Fpost%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3Btitle%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya%26amp%3Bnotes%3DDalam%2520pengelolaan%2520kredit%2520terdapat%2520istilah%2520hapus%2520buku%252C%2520secara%2520sederhana%2520istilah%2520tersebut%2520berarti%2520%253A%250D%250A%250D%250A%2509perlakuan%2520akuntansi%2520meletakkan%2520suatu%2520asset%2520menjadi%2520off%2520balance%2520sheet%250D%250A%2509merupakan%2520tindakan%2520kreditur%2520mengeluarkan%2520aset%2520kredit%2520yang%2520tidak%2520perform%2520dari%2520';" title="del.icio.us"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="facebook" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3Bt%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya';" title="Facebook"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="mixx" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.mixx.com%2Fsubmit%3Fpage_url%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3Btitle%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya';" title="Mixx"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" title="Mixx" alt="Mixx" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="google" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fbookmarks%2Fmark%3Fop%3Dedit%26amp%3Bbkmk%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3Btitle%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya%26amp%3Bannotation%3DDalam%2520pengelolaan%2520kredit%2520terdapat%2520istilah%2520hapus%2520buku%252C%2520secara%2520sederhana%2520istilah%2520tersebut%2520berarti%2520%253A%250D%250A%250D%250A%2509perlakuan%2520akuntansi%2520meletakkan%2520suatu%2520asset%2520menjadi%2520off%2520balance%2520sheet%250D%250A%2509merupakan%2520tindakan%2520kreditur%2520mengeluarkan%2520aset%2520kredit%2520yang%2520tidak%2520perform%2520dari%2520';" title="Google Bookmarks"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="blogsvine" href="javascript:window.location='';" title="Blogsvine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Blogsvine" alt="Blogsvine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="email" href="javascript:window.location='mailto%3A%3Fsubject%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya%26amp%3Bbody%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F';" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="indianpad" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.indianpad.com%2Fsubmit.php%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F';" title="IndianPad"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/indianpad.png" title="IndianPad" alt="IndianPad" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="ma.gnolia" href="javascript:window.location='';" title="Ma.gnolia"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Ma.gnolia" alt="Ma.gnolia" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="newsvine" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.newsvine.com%2F_tools%2Fseed%26amp%3Bsave%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3Bh%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya';" title="NewsVine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/newsvine.png" title="NewsVine" alt="NewsVine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="pownce" href="javascript:window.location='';" title="Pownce"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Pownce" alt="Pownce" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="propeller" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.propeller.com%2Fsubmit%2F%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F';" title="Propeller"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/propeller.png" title="Propeller" alt="Propeller" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="reddit" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Freddit.com%2Fsubmit%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3Btitle%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya';" title="Reddit"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="technorati" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Ftechnorati.com%2Ffaves%3Fadd%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F';" title="Technorati"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow" id="yahoobuzz" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fbuzz.yahoo.com%2Fsubmit%2F%3FsubmitUrl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2009%252F04%252Fhapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya%252F%26amp%3BsubmitHeadline%3DHapus%2520Buku%2520Kredit%253A%2520Manfaat%2520dan%2520Masalahnya%26amp%3BsubmitSummary%3DDalam%2520pengelolaan%2520kredit%2520terdapat%2520istilah%2520hapus%2520buku%252C%2520secara%2520sederhana%2520istilah%2520tersebut%2520berarti%2520%253A%250D%250A%250D%250A%2509perlakuan%2520akuntansi%2520meletakkan%2520suatu%2520asset%2520menjadi%2520off%2520balance%2520sheet%250D%250A%2509merupakan%2520tindakan%2520kreditur%2520mengeluarkan%2520aset%2520kredit%2520yang%2520tidak%2520perform%2520dari%2520%26amp%3BsubmitCategory%3Dscience%26amp%3BsubmitAssetType%3Dtext';" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkeuangan.com/2009/04/hapus-buku-kredit-pengertian-manfaat-dan-masalahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Boediono tidak menurunkan BI Rates</title>
		<link>http://belajarkeuangan.com/2008/10/kenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates/</link>
		<comments>http://belajarkeuangan.com/2008/10/kenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugrohoadipratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[hanya di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[outlook]]></category>
		<category><![CDATA[rate bunga]]></category>
		<category><![CDATA[sektor perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkeuangan.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Boediono, Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rates, sementara trend diberbagai negara adalah menurunkan suku bunga kunci untuk mempertahankan pertumbuhan dan menghindari resesi. Banyak yang bersikap kontra terhadap kebijakan Boediono ini, kebanyakan berpendapat bahwa kebijakan menaikkan suku bunga akan menghancurkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendapat ini sah-sah saja diutarakan mengingat dominannya peran Bank sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_104" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2008/12/bi-rate.jpg"><img class="size-medium wp-image-104" title="bi-rate" src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2008/12/bi-rate-300x180.jpg" alt="sumber : http://www.bi.go.id" width="300" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">sumber : http://www.bi.go.id</p></div>
<p>Boediono, Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rates, sementara trend diberbagai negara adalah menurunkan suku bunga kunci untuk mempertahankan pertumbuhan dan menghindari resesi. Banyak yang bersikap kontra terhadap kebijakan Boediono ini, kebanyakan berpendapat bahwa kebijakan menaikkan suku bunga akan menghancurkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendapat ini sah-sah saja diutarakan mengingat dominannya peran Bank sebagai investor (dalam konteks sebagai kreditur); kenaikan BI Rates akan menyebabkan sumber pendanaan bank menjadi semakin mahal (meminta return yang lebih tinggi), dan hal ini akan memaksa bank untuk mengenakan suku bunga yang lebih tinggi pada debiturnya, kenaikan suku bunga pinjaman  berarti tambahan biaya, dan  sampai pada titik tertentu perusahaan akan melakukan keputusan-keputusan penghematan, contoh yang paling ekstrim adalah PHK.</p>
<p>Tanpa bermaksud memihak (Boediono maupun para pengkritiknya); tindakan Boediono bukan tanpa alasan. Ada beberapa fakta lain yang juga harus diperhatikan :</p>
<ol>
<li>Bahwa nyatanya, Indonesia sangat tergantung pada investasi dari luar, dan menjaga suku bunga kita tetap &#8220;menarik&#8221; dapat mempertahankan investor untuk tetap meletakkan dananya di Indonesia</li>
<li>Berulang-ulang Boediono menekan bahwa ybs. memberikan perhatian lebih pada pertumbuhan ekspansi kredit yang luar biasa di Indonesia, 2007-2008 ekspansi kredit rata-rata adalah 30-40%, bukan tidak mungkin bank akan menjadi kurang berhati-hati akibat mengejar target ekspansi, Boediono pernah menyebutkan, diharapkan Bank bisa sustainable pada pertumbuhan kredit 6% pa.</li>
</ol>
<p>Singkat cerita, pada kenyataanya suatu kebijakan atas suku bunga memang berpengaruh ke banyak arah, tinggal mana yag signifikan dan bagaimana fine tuningnya.</p>
<p>Sedangkan untuk rekan-rekan analis, mungkin inilah saatnya bagi kita untuk melakukan analisa skenario lebih mendalam dan memasukkan perkiraan pesimistik dalam analisa-analisa kita.</p>

<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong></strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow" id="digg" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fsubmit%3Fphase%3D2%26amp%3Burl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bbodytext%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij';" title="Digg"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="sphinn" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fsphinn.com%2Findex.php%3Fc%3Dpost%26m%3Dsubmit%26link%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="Sphinn"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/sphinn.png" title="Sphinn" alt="Sphinn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="del.icio.us" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdelicious.com%2Fpost%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bnotes%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij';" title="del.icio.us"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="facebook" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Bt%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="Facebook"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="mixx" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.mixx.com%2Fsubmit%3Fpage_url%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="Mixx"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" title="Mixx" alt="Mixx" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="google" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fbookmarks%2Fmark%3Fop%3Dedit%26amp%3Bbkmk%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bannotation%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij';" title="Google Bookmarks"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="blogsvine" href="javascript:window.location='';" title="Blogsvine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Blogsvine" alt="Blogsvine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="email" href="javascript:window.location='mailto%3A%3Fsubject%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bbody%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="indianpad" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.indianpad.com%2Fsubmit.php%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="IndianPad"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/indianpad.png" title="IndianPad" alt="IndianPad" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="ma.gnolia" href="javascript:window.location='';" title="Ma.gnolia"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Ma.gnolia" alt="Ma.gnolia" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="newsvine" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.newsvine.com%2F_tools%2Fseed%26amp%3Bsave%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Bh%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="NewsVine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/newsvine.png" title="NewsVine" alt="NewsVine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="pownce" href="javascript:window.location='';" title="Pownce"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Pownce" alt="Pownce" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="propeller" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.propeller.com%2Fsubmit%2F%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="Propeller"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/propeller.png" title="Propeller" alt="Propeller" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="reddit" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Freddit.com%2Fsubmit%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="Reddit"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="technorati" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Ftechnorati.com%2Ffaves%3Fadd%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="Technorati"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow" id="yahoobuzz" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fbuzz.yahoo.com%2Fsubmit%2F%3FsubmitUrl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3BsubmitHeadline%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3BsubmitSummary%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij%26amp%3BsubmitCategory%3Dscience%26amp%3BsubmitAssetType%3Dtext';" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkeuangan.com/2008/10/kenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mortgagevalue.blogspot.com</title>
		<link>http://belajarkeuangan.com/2008/10/mortgagevalueblogspotcom/</link>
		<comments>http://belajarkeuangan.com/2008/10/mortgagevalueblogspotcom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 10:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugrohoadipratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[instrumen keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[opini dan pendapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkeuangan.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Secara gamblang kita bisa katakan mortgage sama dengan KPR yang ada di Indonesia, meski demikian mortgage lebih dari sekedar kredit perumahan. Misalnya adanya sistem rating kelayakan pemberian kredit yang diterima secara nasional di US. Untuk belajar lebih banyak tentang mortgage ini saya membuat semacam scratchbook di http://mortgagevalue.blogspot.com, pada scratchbook ini saya mengumpulkan berbagai artikel terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara gamblang kita bisa katakan mortgage sama dengan KPR yang ada di Indonesia, meski demikian mortgage lebih dari sekedar kredit perumahan. Misalnya adanya sistem rating kelayakan pemberian kredit yang diterima secara nasional di US. Untuk belajar lebih banyak tentang mortgage ini saya membuat semacam scratchbook di <a href="http://mortgagevalue.blogspot.com/">http://mortgagevalue.blogspot.com</a>, pada scratchbook ini saya mengumpulkan berbagai artikel terkait mortgage yang dapat saya temukan.</p>
<p>Untuk alasan HAKI artikel yang saya tampilkan adalah free artikel atau artikel yang telah mendapatkan persetujuan dari penulisnya.</p>

<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong></strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow" id="digg" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fsubmit%3Fphase%3D2%26amp%3Burl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3Btitle%3Dmortgagevalue.blogspot.com%26amp%3Bbodytext%3DSecara%2520gamblang%2520kita%2520bisa%2520katakan%2520mortgage%2520sama%2520dengan%2520KPR%2520yang%2520ada%2520di%2520Indonesia%252C%2520meski%2520demikian%2520mortgage%2520lebih%2520dari%2520sekedar%2520kredit%2520perumahan.%2520Misalnya%2520adanya%2520sistem%2520rating%2520kelayakan%2520pemberian%2520kredit%2520yang%2520diterima%2520secara%2520nasional%2520di%2520US.%2520Untuk%2520belajar';" title="Digg"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="sphinn" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fsphinn.com%2Findex.php%3Fc%3Dpost%26m%3Dsubmit%26link%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F';" title="Sphinn"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/sphinn.png" title="Sphinn" alt="Sphinn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="del.icio.us" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdelicious.com%2Fpost%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3Btitle%3Dmortgagevalue.blogspot.com%26amp%3Bnotes%3DSecara%2520gamblang%2520kita%2520bisa%2520katakan%2520mortgage%2520sama%2520dengan%2520KPR%2520yang%2520ada%2520di%2520Indonesia%252C%2520meski%2520demikian%2520mortgage%2520lebih%2520dari%2520sekedar%2520kredit%2520perumahan.%2520Misalnya%2520adanya%2520sistem%2520rating%2520kelayakan%2520pemberian%2520kredit%2520yang%2520diterima%2520secara%2520nasional%2520di%2520US.%2520Untuk%2520belajar';" title="del.icio.us"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="facebook" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3Bt%3Dmortgagevalue.blogspot.com';" title="Facebook"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="mixx" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.mixx.com%2Fsubmit%3Fpage_url%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3Btitle%3Dmortgagevalue.blogspot.com';" title="Mixx"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" title="Mixx" alt="Mixx" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="google" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fbookmarks%2Fmark%3Fop%3Dedit%26amp%3Bbkmk%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3Btitle%3Dmortgagevalue.blogspot.com%26amp%3Bannotation%3DSecara%2520gamblang%2520kita%2520bisa%2520katakan%2520mortgage%2520sama%2520dengan%2520KPR%2520yang%2520ada%2520di%2520Indonesia%252C%2520meski%2520demikian%2520mortgage%2520lebih%2520dari%2520sekedar%2520kredit%2520perumahan.%2520Misalnya%2520adanya%2520sistem%2520rating%2520kelayakan%2520pemberian%2520kredit%2520yang%2520diterima%2520secara%2520nasional%2520di%2520US.%2520Untuk%2520belajar';" title="Google Bookmarks"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="blogsvine" href="javascript:window.location='';" title="Blogsvine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Blogsvine" alt="Blogsvine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="email" href="javascript:window.location='mailto%3A%3Fsubject%3Dmortgagevalue.blogspot.com%26amp%3Bbody%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F';" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="indianpad" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.indianpad.com%2Fsubmit.php%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F';" title="IndianPad"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/indianpad.png" title="IndianPad" alt="IndianPad" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="ma.gnolia" href="javascript:window.location='';" title="Ma.gnolia"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Ma.gnolia" alt="Ma.gnolia" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="newsvine" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.newsvine.com%2F_tools%2Fseed%26amp%3Bsave%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3Bh%3Dmortgagevalue.blogspot.com';" title="NewsVine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/newsvine.png" title="NewsVine" alt="NewsVine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="pownce" href="javascript:window.location='';" title="Pownce"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Pownce" alt="Pownce" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="propeller" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.propeller.com%2Fsubmit%2F%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F';" title="Propeller"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/propeller.png" title="Propeller" alt="Propeller" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="reddit" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Freddit.com%2Fsubmit%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3Btitle%3Dmortgagevalue.blogspot.com';" title="Reddit"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="technorati" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Ftechnorati.com%2Ffaves%3Fadd%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F';" title="Technorati"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow" id="yahoobuzz" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fbuzz.yahoo.com%2Fsubmit%2F%3FsubmitUrl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fmortgagevalueblogspotcom%252F%26amp%3BsubmitHeadline%3Dmortgagevalue.blogspot.com%26amp%3BsubmitSummary%3DSecara%2520gamblang%2520kita%2520bisa%2520katakan%2520mortgage%2520sama%2520dengan%2520KPR%2520yang%2520ada%2520di%2520Indonesia%252C%2520meski%2520demikian%2520mortgage%2520lebih%2520dari%2520sekedar%2520kredit%2520perumahan.%2520Misalnya%2520adanya%2520sistem%2520rating%2520kelayakan%2520pemberian%2520kredit%2520yang%2520diterima%2520secara%2520nasional%2520di%2520US.%2520Untuk%2520belajar%26amp%3BsubmitCategory%3Dscience%26amp%3BsubmitAssetType%3Dtext';" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkeuangan.com/2008/10/mortgagevalueblogspotcom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greemen, Bank kaum Miskin</title>
		<link>http://belajarkeuangan.com/2008/04/the-poors-bank/</link>
		<comments>http://belajarkeuangan.com/2008/04/the-poors-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 01:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugrohoadipratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[karya bagus]]></category>
		<category><![CDATA[sektor perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkeuangan.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini diadaptasi dari postingan ruli_pribadi@yahoo.com di milis alumni PAS-ITB.ddost on PAS-ITB mailing list, the article posted here using 
Kurang lebih 100 tahun yang lalu, manusia mencari cara untuk dapat terbang dilangit. Banyak yang meragukan impian ini, banyak yang menganggap bahwa ini hanyalah khayalan orang gila. Bagaimanapun, pada 1903 Wright bersaudara berhasil menerbangkan pesawat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini diadaptasi dari postingan <span style="color: #00681c;"><a href="mailto:ruli_pribadi@yahoo.com" target="_blank">ruli_pribadi@yahoo.com</a> </span><span style="color: #ffffff;"><span style="color: #000000;">di milis alumni PAS-ITB.</span>ddost on PAS-ITB mailing list</span><span style="color: #ffffff;">,</span><span style="color: #ffffff;"> the article posted here using </span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:100%;">Kurang lebih 100 tahun yang lalu, manusia mencari cara untuk dapat terbang dilangit. Banyak yang meragukan impian ini, banyak yang menganggap bahwa ini hanyalah khayalan orang gila. Bagaimanapun, pada 1903 Wright bersaudara berhasil menerbangkan pesawat yang pertama.  Saat itu pesawat hanya dapat terbang selama 12 detik sejauh 120 kaki, inilah benih atas harapan perubahan dunia, 65 tahun kemudian manusia pertama mendarat di bulan. (sebagaimana dikutip dari pidato pembukaan M. Yunus pada <em>Micro Credit Summit 1997</em>).</span></p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size:100%;"><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;">Seabad silam, manusia berasumsi bahwa perjalanan ke luar angkasa adalah hal yang tidak mungkin, tapi pada abad 21 ini kita menjadi saksi bagaimana batas-batas kemampuan terlampaui. Sesuatu yang nampak begitu absolut dulunya, kini terlampaui memaksa kita untuk mengubah seluruh cara pandang kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;">Kita juga selalu diajarkan bahwa kemiskinan adalah sesuatu yang absolut dan tidak dapat dirubah. Dan selama ini kita hanya menerima pernyataan tersebut tanpa mencari lebih jauh.</p>
<p>Di negara, dimana kesejahteraan sosial nampak sebagai suatu kemuskilan, dimana wanita diklasifikasi sebagai warga negara yang termarjinalkan, yang penuh dengan wabah kelaparan, yang menderita akibat ketidakstabilan politik oleh kudeta berkepanjangan dan yang diterjang oleh berbagai bencana alam, di negara yang sama telah lahir institusi perbankan yang fenomenal, benih dari pemikiran yang revolusioner dalam pengentasan kemiskinan di seluruh muka bumi.</p>
<p>Adalah Muhammad Yunus, seorang professor ekonomi, terusik bahwa studi-studi ekonomi menerima bahwa kemiskinan disebabkan oleh keengganan untuk menjadi produktif. M. Yunus menemukan bahwa kemiskinan di Bangladesh utamanya disebabkan oleh ketiadaan akses bagi masyarakat miskin terhadap aset-aset ekonomi (dalam hal ini kapital). Orang-orang Bangladesh yang paling miskin adalah orang-orang yang dimarjinalkan oleh sistem perbankan setempat, dengan label sebagai <em>non-bankable group</em>, terkungkung oleh agama dan adat, bantuan dari pemerintah atau institusi dunia sangat jarang dapat menyentuh golongan ini.</p>
<p><span style="font-size:100%;"><a href="http://www.girlsclubworldwide.org/logs/2we_shoot.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 132px;" src="http://www.girlsclubworldwide.org/logs/2we_shoot.jpg" border="0" alt="" /></a></span> M. Yunus menunjukkan fakta bahwa masyarakat miskin tidak membutuhkan sumbangan, sumbangan hanya akan menambah beban mereka, merampas insentif yang seharusnya mereka peroleh dan memperkosa harga diri mereka. Dalam setiap diri manusia pada dasarnya ada <em>enterpreneurship</em> untuk dihargai dan dimanfaatkan. Kemampuan masyarakat miskin untuk tetap hidup merupakan bukti yangtidak terbantahkan bahwa mereka memiliki keinginan untuk berjuang. Dalam suatu kesempatan M. Yunus menunjukkan bahwa pengemis (yang juga seorang ibu rumah tangga) memiliki kompetensi untuk menjadi pengusaha yang sukses.</p>
<p>Grameen Bank memiliki produk kredit mikro untuk masyarakat termiskin, siapapun dari mereka yang memiliki keinginan untuk memperbaiki taraf kehidupannya. Dalam skema produk ini, kredit diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, yang didalamnya terjadi proses saling bantu satu sama lain. Dan perlu digaris bawahi bahwa apa yang dilakukan oleh M. Yunus bukan semata-mata kegiatan sosial, produk ini memiliki alasan-alasan pembentukan profit juga, NPL pada kredit mikro berada pada kisaran yang sangat rendah sekitar 1-2% sementara NPL pada kredit komersial umumnya berada pada 3-5%.</p>
<p>Selama 25 tahun sejak pendiriannya, Greemen Bank selalu membukukan profit sebagai bukti bahwa masyarakat miskin juga merupakan golongan yang kredibel untuk memperoleh kredit.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:100%;"> </span></p>

<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong></strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow" id="digg" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fsubmit%3Fphase%3D2%26amp%3Burl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3Btitle%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin%26amp%3Bbodytext%3DTulisan%2520ini%2520diadaptasi%2520dari%2520postingan%2520ruli_pribadi%2540yahoo.com%2520di%2520milis%2520alumni%2520PAS-ITB.ddost%2520on%2520PAS-ITB%2520mailing%2520list%252C%2520the%2520article%2520posted%2520here%2520using%2520%250D%250AKurang%2520lebih%2520100%2520tahun%2520yang%2520lalu%252C%2520manusia%2520mencari%2520cara%2520untuk%2520dapat%2520terbang%2520dilangit.%2520Banyak%2520yang%2520merag';" title="Digg"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="sphinn" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fsphinn.com%2Findex.php%3Fc%3Dpost%26m%3Dsubmit%26link%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F';" title="Sphinn"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/sphinn.png" title="Sphinn" alt="Sphinn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="del.icio.us" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdelicious.com%2Fpost%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3Btitle%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin%26amp%3Bnotes%3DTulisan%2520ini%2520diadaptasi%2520dari%2520postingan%2520ruli_pribadi%2540yahoo.com%2520di%2520milis%2520alumni%2520PAS-ITB.ddost%2520on%2520PAS-ITB%2520mailing%2520list%252C%2520the%2520article%2520posted%2520here%2520using%2520%250D%250AKurang%2520lebih%2520100%2520tahun%2520yang%2520lalu%252C%2520manusia%2520mencari%2520cara%2520untuk%2520dapat%2520terbang%2520dilangit.%2520Banyak%2520yang%2520merag';" title="del.icio.us"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="facebook" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3Bt%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin';" title="Facebook"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="mixx" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.mixx.com%2Fsubmit%3Fpage_url%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3Btitle%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin';" title="Mixx"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" title="Mixx" alt="Mixx" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="google" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fbookmarks%2Fmark%3Fop%3Dedit%26amp%3Bbkmk%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3Btitle%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin%26amp%3Bannotation%3DTulisan%2520ini%2520diadaptasi%2520dari%2520postingan%2520ruli_pribadi%2540yahoo.com%2520di%2520milis%2520alumni%2520PAS-ITB.ddost%2520on%2520PAS-ITB%2520mailing%2520list%252C%2520the%2520article%2520posted%2520here%2520using%2520%250D%250AKurang%2520lebih%2520100%2520tahun%2520yang%2520lalu%252C%2520manusia%2520mencari%2520cara%2520untuk%2520dapat%2520terbang%2520dilangit.%2520Banyak%2520yang%2520merag';" title="Google Bookmarks"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="blogsvine" href="javascript:window.location='';" title="Blogsvine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Blogsvine" alt="Blogsvine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="email" href="javascript:window.location='mailto%3A%3Fsubject%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin%26amp%3Bbody%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F';" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="indianpad" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.indianpad.com%2Fsubmit.php%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F';" title="IndianPad"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/indianpad.png" title="IndianPad" alt="IndianPad" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="ma.gnolia" href="javascript:window.location='';" title="Ma.gnolia"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Ma.gnolia" alt="Ma.gnolia" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="newsvine" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.newsvine.com%2F_tools%2Fseed%26amp%3Bsave%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3Bh%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin';" title="NewsVine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/newsvine.png" title="NewsVine" alt="NewsVine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="pownce" href="javascript:window.location='';" title="Pownce"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Pownce" alt="Pownce" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="propeller" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.propeller.com%2Fsubmit%2F%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F';" title="Propeller"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/propeller.png" title="Propeller" alt="Propeller" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="reddit" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Freddit.com%2Fsubmit%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3Btitle%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin';" title="Reddit"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="technorati" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Ftechnorati.com%2Ffaves%3Fadd%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F';" title="Technorati"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow" id="yahoobuzz" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fbuzz.yahoo.com%2Fsubmit%2F%3FsubmitUrl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fthe-poors-bank%252F%26amp%3BsubmitHeadline%3DGreemen%252C%2520Bank%2520kaum%2520Miskin%26amp%3BsubmitSummary%3DTulisan%2520ini%2520diadaptasi%2520dari%2520postingan%2520ruli_pribadi%2540yahoo.com%2520di%2520milis%2520alumni%2520PAS-ITB.ddost%2520on%2520PAS-ITB%2520mailing%2520list%252C%2520the%2520article%2520posted%2520here%2520using%2520%250D%250AKurang%2520lebih%2520100%2520tahun%2520yang%2520lalu%252C%2520manusia%2520mencari%2520cara%2520untuk%2520dapat%2520terbang%2520dilangit.%2520Banyak%2520yang%2520merag%26amp%3BsubmitCategory%3Dscience%26amp%3BsubmitAssetType%3Dtext';" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkeuangan.com/2008/04/the-poors-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: subprime mortgage dan Indonesia</title>
		<link>http://belajarkeuangan.com/2008/04/sub-prime-mortgage-and-indonesia/</link>
		<comments>http://belajarkeuangan.com/2008/04/sub-prime-mortgage-and-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 06:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugrohoadipratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[rate bunga]]></category>
		<category><![CDATA[sektor perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkeuangan.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Untuk sementara artikel ini menggunakan terjemahan dari Google Translate.
Sid H. Kusuma sebagai diterbitkan oleh detikFinance komprehensif melanjutkan menulis di Sub prime Mortgage ekonomi di AS.
Untuk sisa dari Anda yang tidak akrab dengan topik, mari kita mulai dengan istilah linguistik. Untuk membuatnya lebih sederhana, Sub prime Mortgage adalah hipotek yang diberikan kepada debitur sub prime. di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Untuk sementara artikel ini menggunakan terjemahan dari Google Translate.</em></p>
<p>Sid H. Kusuma sebagai diterbitkan oleh detikFinance komprehensif melanjutkan menulis di Sub prime Mortgage ekonomi di AS.</p>
<p>Untuk sisa dari Anda yang tidak akrab dengan topik, mari kita mulai dengan istilah linguistik. Untuk membuatnya lebih sederhana, Sub prime Mortgage adalah hipotek yang diberikan kepada debitur sub prime. di AS, hipotek debitur juga nilai (yang tidak terjadi di Indonesia). Kredit perusahaan sangat tergantung pada pihak ke-3 angka perusahaan yang mengklasifikasikan kebugaran dari setiap aplikasi hipotek. ada metode FICO misalnya, ia memberikan hipotek skor dari 300-850 pada [1] Pembayaran sejarah 35% [2] Jumlah Owed 30% [3] Sejarah Lama Kredit 15% [4] Baru kredit 10% dan [ 5] Jenis Kredit Digunakan. Sub prime debitur adalah debitur dengan FICO menilai kurang dari 620.</p>
<p>Sub prime debitur adalah debitur risiko tinggi, untuk mengatasi hal ini maka kredit perusahaan compensates profil resiko yang tinggi dengan bunga tinggi sebagai jaminan kredit streaming sesuai tinggi risiko tinggi kembali filosofi. Namun suku bunga tinggi adalah sulit untuk menjual, karena orang-orang di daerah sub prime kurang memiliki uang untuk membayar bunga, untuk mengatasi ini, maka kredit perusahaan mengembangkan produk yang terjangkau oleh debitur sub prime setidaknya pada awal tahun pembayaran debitur periode. Yang paling terkenal untuk skema sub prime mortgage di Amerika Serikat adalah 2 / 28 ARM skema di mana 75% dari Sub prime Mortgage berasal, sudah 2 tahun lebih rendah (baca: penggoda) menilai kemudian setelah 2 tahun menjadi adjustable rate.</p>
<p>Masalah dengan sub prime mortgage terjadi setelah masa penggoda atau &#8216;membantu bagian&#8217; berakhir. Sejak idea penggoda periode debitur telah memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas kinerja keuangan mereka sehingga mereka bisa pukulan dengan tingkat bunga hipotek mereka. Tapi, apa yang akan terjadi jika kekuatan keuangan mereka tidak mendapatkan apa pun yang lebih baik? Ini adalah penyebab krisis Sub prime Mortgage di Amerika Serikat. Setelah periode waktu tertentu, kualitas plummeted kredit, karena debitur tidak bisa membayar angsuran mereka meningkat.</p>
<p>Kerumitan US ini memungkinkan krisis ekonomi yang akan disampaikan melalui pengaruh efek untuk keseluruhan kondisi ekonomi negara.</p>
<p>Indonesia tidak langsung terpengaruh oleh krisis ini tidak ada sejak Indonesia ada perusahaan investasi yang signifikan pada sub prime mortgage dan Indonesia tidak ada perusahaan investasi yang signifikan pada setiap perusahaan yang terkena dampak krisis.</p>
<p>Namun bagaimanapun, krisis terlalu mempengaruhi Indonesia, dengan kegembiraan luar biasa dari nilai tukar dan pasar saham yang menunjukkan bahwa pasar Indonesia tidak kebal dari krisis&#8217; contagious efek. Terutama, Drajad Wibowo, seorang pembuat undang-undang di DPR (parlemen Indonesia) memiliki komentar tentang krisis sub prime efek pada perekonomian Indonesia bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah daripada itu sebagai prediksi oleh pemerintah Indonesia. Dia mengatakan bahwa pemerintah 6,8% dari perkiraan pertumbuhan ekonomi kelihatannya tidak mungkin, adalah sesuai untuk mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 hanya 6,1% pada angka.</p>
<p>Sangat wajar untuk Dradjat Wibowo mengatakan pendapat seperti itu, karena AS sebagai konsumen terbesar dunia dasar juga mengkonsumsi produk Indonesia. Oleh krisis, inflasi yang tinggi, kenaikan harga akan memperlambat konsumsi masyarakat di AS, dan jika konsumsi adalah lambat, permintaan terhadap produk Indonesia akan terlalu lambat.</p>

<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong></strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow" id="digg" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fsubmit%3Fphase%3D2%26amp%3Burl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bbodytext%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top';" title="Digg"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="sphinn" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fsphinn.com%2Findex.php%3Fc%3Dpost%26m%3Dsubmit%26link%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="Sphinn"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/sphinn.png" title="Sphinn" alt="Sphinn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="del.icio.us" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdelicious.com%2Fpost%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bnotes%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top';" title="del.icio.us"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="facebook" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Bt%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="Facebook"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="mixx" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.mixx.com%2Fsubmit%3Fpage_url%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="Mixx"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" title="Mixx" alt="Mixx" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="google" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fbookmarks%2Fmark%3Fop%3Dedit%26amp%3Bbkmk%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bannotation%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top';" title="Google Bookmarks"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="blogsvine" href="javascript:window.location='';" title="Blogsvine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Blogsvine" alt="Blogsvine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="email" href="javascript:window.location='mailto%3A%3Fsubject%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bbody%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="indianpad" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.indianpad.com%2Fsubmit.php%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="IndianPad"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/indianpad.png" title="IndianPad" alt="IndianPad" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="ma.gnolia" href="javascript:window.location='';" title="Ma.gnolia"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Ma.gnolia" alt="Ma.gnolia" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="newsvine" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.newsvine.com%2F_tools%2Fseed%26amp%3Bsave%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Bh%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="NewsVine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/newsvine.png" title="NewsVine" alt="NewsVine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="pownce" href="javascript:window.location='';" title="Pownce"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Pownce" alt="Pownce" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="propeller" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.propeller.com%2Fsubmit%2F%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="Propeller"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/propeller.png" title="Propeller" alt="Propeller" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="reddit" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Freddit.com%2Fsubmit%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="Reddit"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="technorati" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Ftechnorati.com%2Ffaves%3Fadd%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="Technorati"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow" id="yahoobuzz" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fbuzz.yahoo.com%2Fsubmit%2F%3FsubmitUrl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3BsubmitHeadline%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3BsubmitSummary%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top%26amp%3BsubmitCategory%3Dscience%26amp%3BsubmitAssetType%3Dtext';" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkeuangan.com/2008/04/sub-prime-mortgage-and-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
