Archive for the ‘hanya di indonesia’ Category

Sangat santer diberitakan diberbagai media bahwa Warren Buffet memburu berbagai saham

energi di seluruh penjuru dunia melalui tangan-tangan lembaga keuangannya Berkshire Hathaway, saat ini dia telah mengakuisisi 17,5 juta saham Conoco, apakah ini berarti bahwa titik nadir bawah telah tercapai ? Bagaimanapun, Buffet menegaskan pada saat diwawancara bahwa dia melakukan ini untuk kepentingan jangka panjang.

Masalahnya, seberapa panjangkah jangka panjang itu ? Sebagai ilustrasi, saat ini, akibat krisis global yang nampaknya masih akan berkepanjangan, negara-negara maju mengalami resesi, akibatnya terjadi ekspektasi penurunan pertumbuhan ekonomi yang cukup drastis, thus hal ini menyebabkan penurunan komoditas sebagai “bahan bakar perekonomian”. Minyak bumi tidak luput dari hal ini. Bayangkan dari harga mendekati USD 150 per barrel beberapa bulan yang lalu menjadi kurang dari USD 49 per barrel per 28-11-2008.

Beberapa hari lalu saya memulai http://forum.belajarkeuangan.com, saya mengharapkan forum dan blog ini bisa saling mendukung.

logo-forumSejujurnya, saat ini forum masih kosong, baru ada 11 orang yang mendaftar forum tersebut, sebagian besar merupakan teman-teman yang memiliki akses internet dan beberapa anggota mendaftar dari undangan saya via milis. Ide saya untuk memulai forum tersebut adalah ketika saya mencari tentang forum diskusi tentang keuangan saya kesulitan untuk menemukannya di mesin pencari sebangsa Yahoo! atau Google, sementara pengalaman saya mengikuti milis-milis seperti Ahli Keuangan Indonesia; meta-noia dan lain sebagainya menunjukkan bahwa minat atas informasi keuangan cukup deras, baik dari kalangan akademisi maupun dari kalangan praktisi.

Hehehe….. judulnya seperti judul film James Bond ya, terus terang saya mencoba menterjemahkan judul tersebut dari versi bahasa inggris di sini, namun kurang sreg juga akhirnya saya putuskan untuk tetap menggunakan judul tersebut.

Ok, kembali ke bahasan utama, sebagaimana rekan-rekan analis sadari bahwa tahun 2007-2008 dapat dikatakan sebagai masa keemasan bagi ekonomi Indonesia. Sejak terkena krisis moneter pada medio 1997-1998 akhirnya perusahaan dapat kembali menikmati pertumbuhan positif (ekspansi). Kondisi likuditas baik dunia maupun lokal Indonesia yang terpelihara dengan baik menyebabkan ketersediaan dana yang melimpah dan mendukung terjadinya penurunan bunga (sebagai biaya dana) secara signifikan. Kemudian -jeng….jeng…jeng !!!- meledaklah krisis subprime di US yang menyebabkan berbagai lembaga keuangan multinasional kolaps, demi menyelamatkan lembaga-lembaga tersebut berbagai paket penyelamatan dikeluarkan, bagi Indonesia ini berarti akan ada persaingan dalam mendapatkan dana karena masifnya skala penyelamatan lembaga-lembaga keuangan tadi.

sumber : http://www.bi.go.id

sumber : http://www.bi.go.id

Boediono, Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rates, sementara trend diberbagai negara adalah menurunkan suku bunga kunci untuk mempertahankan pertumbuhan dan menghindari resesi. Banyak yang bersikap kontra terhadap kebijakan Boediono ini, kebanyakan berpendapat bahwa kebijakan menaikkan suku bunga akan menghancurkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendapat ini sah-sah saja diutarakan mengingat dominannya peran Bank sebagai investor (dalam konteks sebagai kreditur); kenaikan BI Rates akan menyebabkan sumber pendanaan bank menjadi semakin mahal (meminta return yang lebih tinggi), dan hal ini akan memaksa bank untuk mengenakan suku bunga yang lebih tinggi pada debiturnya, kenaikan suku bunga pinjaman  berarti tambahan biaya, dan  sampai pada titik tertentu perusahaan akan melakukan keputusan-keputusan penghematan, contoh yang paling ekstrim adalah PHK.

Beberapa dari kita mungkin tertarik untuk melakukan perdagangan saham, namun masih belum yakin untuk 100% terjun dan menginvestasikan uang menyewa interface saham yang berbayar. Ada beberapa trik untuk mendapatkan informasi terbaru terkait harga saham suatu emite tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

  • Untuk quote saham yang realtime bisa diakses di http://www.rti.co.id, perhatikan bahwa situs ini memerlukan Java. Tidak perlu pusing dengan berbagai isian dan tawaran yang ada ada web ini, perhatikan bahwa pada bagian kanan ada form box untuk mengisi ticker name dari saham yang kita butuhkan. Form box yang atas untuk mendapatkan harga saham atas ticker yang kita masukkan dan apabila kita tidak mengetahui kode ticker saham yang kita cari form box yang bawah akan memberikan daftar emiten yang terkait dengan kata kunci yang kita tuliskan di form box bawah tersebut.

:: tentang blog ini

Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.

:: sekilas indonesia

    Togean Islands - Sulawesi - Indonesiaportrait in blueSecret Garden | Desa Seni Resort | Bali
  • sony akbar: thanks for inform... bisa gak minta study kasus PSAK 50 dan 55 di perbankan kita.. kirim ke e-mai [...]
  • Fong: kalau boleh tanya, apakah ada minimum fee saat trading? kena biaya bulanan brapa ya? thx [...]
  • marco: :D thanks [...]
  • nugrohoadipratama: kalo buku saya kurang tahu ibu, btw tapi setahu saya di buku PSAK (versi yang saya pegang versi Sept [...]
  • estorina: pak kl untuk buku atau data yang sudah membahas maslah ini sudah ada belum ya?? coz saya tertarik u [...]

twitter feed

Ngobrol yuk


ShoutMix chat widget