pelajaran tentang ekonomi & keuangan di Indonesia
In: hanya di indonesia| masalah| opini dan pendapat| sektor perbankan
1 Dec 2009
Bailout Bank Century sedang menjadi topik hangat yang dibicarakan di berbagai media. Berbagai pihak baik yang mengerti, yang pura-pura mengerti, yang merasa mengerti dan bahkan yang terang-terangan mengaku tidak mengerti, semua berlomba berkata lantang agar semua informasi yang berkaitan dengan bailout bank Century dibuka kepada publik. Hal ini menurut saya secara serius telah mengancam prinsip kerahasiaan bank.
Saya pribadi bukan orang yang mengoleksi informasi yang telah beredar di publik secara khusus tentang bailout century. Bahkan dapat diakui dengan tegas bahwa saya termasuk orang yang tidak mengerti tentang bailout century diluar informasi yang telah menjadi konsumsi publik. Dari media saya mengetahui bahwa alasan bailout century adalah jika tidak diselamatkan maka kasus bank century akan menjalar ke bank-bank lain. Namun saya tidak memiliki data akurat yang bisa disajikan untuk memutuskan apakah alasan yang diungkapkan oleh Boediono dan Sri Mulyani masuk akal atau tidak.
Dalam pengelolaan kredit terdapat istilah hapus buku, secara sederhana istilah tersebut berarti :
Hapus buku bukan berarti suatu kredit dianggap lunas dan hilang hak tagihnya. Kreditur tetap mengupayakan penagihan kewajiban-kewajiban debitur baik melalui penjualan aset-aset yang dijaminkan maupun dari sumber-sumber lainnya.
Dimata hukum, tidak ada bedanya suatu kredit dihapusbuku atau tidak. Hal ini terutama dikarenakan penghapusbukuan tidak menghilangkan hak penagihan yang dimiliki oleh kreditur.
In: hanya di indonesia| inflasi| masalah| outlook
31 Dec 2008Detik.com (31 Desember 2008) memuat 7 hal yang
menjadi prioritas dalam perekonomian 2009, mereka adalah :
Sedikit bahan diskusi, Meski banyak yang mengkritik, saya cukup confidence dengan respon pemerintah atas krisis kali ini :
In: hanya di indonesia| instrumen keuangan| masalah| sektor perbankan
9 Dec 2008Beberapa hari ini mulai terdengar masalah PSAK 50 dan PSAK 55, bagi perbankan PSAK 50 dan 55 membawa konsekuensi yang sangat besar dari segi pengukuran dan pencatatan aset. Walaupun IMHO tidak secara langsung mempengaruhi mekanisme bisnis sebuah bank, hanya saja, memang jika Bank ingin tetap kinclong setelah penerapan kedua PSAK ini, berbagai penyesuaian perlu dilakukan dari sisi bisnisnya.
In: hanya di indonesia| investasi| masalah| opini dan pendapat| outlook| saham
31 Oct 2008Hehehe….. judulnya seperti judul film James Bond ya, terus terang saya mencoba menterjemahkan judul tersebut dari versi bahasa inggris di sini, namun kurang sreg juga akhirnya saya putuskan untuk tetap menggunakan judul tersebut.
Ok, kembali ke bahasan utama, sebagaimana rekan-rekan analis sadari bahwa tahun 2007-2008 dapat dikatakan sebagai masa keemasan bagi ekonomi Indonesia. Sejak terkena krisis moneter pada medio 1997-1998 akhirnya perusahaan dapat kembali menikmati pertumbuhan positif (ekspansi). Kondisi likuditas baik dunia maupun lokal Indonesia yang terpelihara dengan baik menyebabkan ketersediaan dana yang melimpah dan mendukung terjadinya penurunan bunga (sebagai biaya dana) secara signifikan. Kemudian -jeng….jeng…jeng !!!- meledaklah krisis subprime di US yang menyebabkan berbagai lembaga keuangan multinasional kolaps, demi menyelamatkan lembaga-lembaga tersebut berbagai paket penyelamatan dikeluarkan, bagi Indonesia ini berarti akan ada persaingan dalam mendapatkan dana karena masifnya skala penyelamatan lembaga-lembaga keuangan tadi.
Blog ini berisi opini dan diskusi saya atas berbagai fenomena/permasalahan ekonomi dan keuangan yang ada di Indonesia, sebagaimana peribahasa tidak ada gading yang tak retak, komentar anda positif dan negatif, keras dan lembut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam pengejawantahan blog ini, sehingga jika ada waktu terluang besar harapan saya anda bersedia meninggalkan jejak komentar pada blog ini. kontak saya pada email at gmail, facebook and linkedin . Saya juga menulis tentang berbagai isu di blog nugrohoadipratama.