<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>belajar :: keuangan &#187; rate bunga</title>
	<atom:link href="http://belajarkeuangan.com/category/rate-bunga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkeuangan.com</link>
	<description>pelajaran tentang ekonomi &#38; keuangan di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 18:03:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://belajarkeuangan.com</link>
<url>http://belajarkeuangan.com/wp-content/mbp-favicon/credit cards.ico</url>
<title>belajar :: keuangan</title>
</image>
		<item>
		<title>Kenapa Boediono tidak menurunkan BI Rates</title>
		<link>http://belajarkeuangan.com/2008/10/kenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates/</link>
		<comments>http://belajarkeuangan.com/2008/10/kenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugrohoadipratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[hanya di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[outlook]]></category>
		<category><![CDATA[rate bunga]]></category>
		<category><![CDATA[sektor perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkeuangan.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Boediono, Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rates, sementara trend diberbagai negara adalah menurunkan suku bunga kunci untuk mempertahankan pertumbuhan dan menghindari resesi. Banyak yang bersikap kontra terhadap kebijakan Boediono ini, kebanyakan berpendapat bahwa kebijakan menaikkan suku bunga akan menghancurkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendapat ini sah-sah saja diutarakan mengingat dominannya peran Bank sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_104" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2008/12/bi-rate.jpg"><img class="size-medium wp-image-104" title="bi-rate" src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2008/12/bi-rate-300x180.jpg" alt="sumber : http://www.bi.go.id" width="300" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">sumber : http://www.bi.go.id</p></div>
<p>Boediono, Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rates, sementara trend diberbagai negara adalah menurunkan suku bunga kunci untuk mempertahankan pertumbuhan dan menghindari resesi. Banyak yang bersikap kontra terhadap kebijakan Boediono ini, kebanyakan berpendapat bahwa kebijakan menaikkan suku bunga akan menghancurkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendapat ini sah-sah saja diutarakan mengingat dominannya peran Bank sebagai investor (dalam konteks sebagai kreditur); kenaikan BI Rates akan menyebabkan sumber pendanaan bank menjadi semakin mahal (meminta return yang lebih tinggi), dan hal ini akan memaksa bank untuk mengenakan suku bunga yang lebih tinggi pada debiturnya, kenaikan suku bunga pinjaman  berarti tambahan biaya, dan  sampai pada titik tertentu perusahaan akan melakukan keputusan-keputusan penghematan, contoh yang paling ekstrim adalah PHK.</p>
<p>Tanpa bermaksud memihak (Boediono maupun para pengkritiknya); tindakan Boediono bukan tanpa alasan. Ada beberapa fakta lain yang juga harus diperhatikan :</p>
<ol>
<li>Bahwa nyatanya, Indonesia sangat tergantung pada investasi dari luar, dan menjaga suku bunga kita tetap &#8220;menarik&#8221; dapat mempertahankan investor untuk tetap meletakkan dananya di Indonesia</li>
<li>Berulang-ulang Boediono menekan bahwa ybs. memberikan perhatian lebih pada pertumbuhan ekspansi kredit yang luar biasa di Indonesia, 2007-2008 ekspansi kredit rata-rata adalah 30-40%, bukan tidak mungkin bank akan menjadi kurang berhati-hati akibat mengejar target ekspansi, Boediono pernah menyebutkan, diharapkan Bank bisa sustainable pada pertumbuhan kredit 6% pa.</li>
</ol>
<p>Singkat cerita, pada kenyataanya suatu kebijakan atas suku bunga memang berpengaruh ke banyak arah, tinggal mana yag signifikan dan bagaimana fine tuningnya.</p>
<p>Sedangkan untuk rekan-rekan analis, mungkin inilah saatnya bagi kita untuk melakukan analisa skenario lebih mendalam dan memasukkan perkiraan pesimistik dalam analisa-analisa kita.</p>

<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong></strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow" id="digg" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fsubmit%3Fphase%3D2%26amp%3Burl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bbodytext%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij';" title="Digg"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="sphinn" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fsphinn.com%2Findex.php%3Fc%3Dpost%26m%3Dsubmit%26link%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="Sphinn"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/sphinn.png" title="Sphinn" alt="Sphinn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="del.icio.us" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdelicious.com%2Fpost%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bnotes%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij';" title="del.icio.us"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="facebook" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Bt%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="Facebook"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="mixx" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.mixx.com%2Fsubmit%3Fpage_url%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="Mixx"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" title="Mixx" alt="Mixx" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="google" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fbookmarks%2Fmark%3Fop%3Dedit%26amp%3Bbkmk%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bannotation%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij';" title="Google Bookmarks"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="blogsvine" href="javascript:window.location='';" title="Blogsvine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Blogsvine" alt="Blogsvine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="email" href="javascript:window.location='mailto%3A%3Fsubject%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3Bbody%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="indianpad" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.indianpad.com%2Fsubmit.php%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="IndianPad"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/indianpad.png" title="IndianPad" alt="IndianPad" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="ma.gnolia" href="javascript:window.location='';" title="Ma.gnolia"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Ma.gnolia" alt="Ma.gnolia" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="newsvine" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.newsvine.com%2F_tools%2Fseed%26amp%3Bsave%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Bh%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="NewsVine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/newsvine.png" title="NewsVine" alt="NewsVine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="pownce" href="javascript:window.location='';" title="Pownce"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Pownce" alt="Pownce" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="propeller" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.propeller.com%2Fsubmit%2F%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="Propeller"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/propeller.png" title="Propeller" alt="Propeller" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="reddit" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Freddit.com%2Fsubmit%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3Btitle%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates';" title="Reddit"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="technorati" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Ftechnorati.com%2Ffaves%3Fadd%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F';" title="Technorati"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow" id="yahoobuzz" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fbuzz.yahoo.com%2Fsubmit%2F%3FsubmitUrl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F10%252Fkenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates%252F%26amp%3BsubmitHeadline%3DKenapa%2520Boediono%2520tidak%2520menurunkan%2520BI%2520Rates%26amp%3BsubmitSummary%3D%250A%250D%250ABoediono%252C%2520Gubernur%2520Bank%2520Indonesia%2520memutuskan%2520untuk%2520kembali%2520menaikkan%2520BI%2520Rates%252C%2520sementara%2520trend%2520diberbagai%2520negara%2520adalah%2520menurunkan%2520suku%2520bunga%2520kunci%2520untuk%2520mempertahankan%2520pertumbuhan%2520dan%2520menghindari%2520resesi.%2520Banyak%2520yang%2520bersikap%2520kontra%2520terhadap%2520kebij%26amp%3BsubmitCategory%3Dscience%26amp%3BsubmitAssetType%3Dtext';" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkeuangan.com/2008/10/kenapa-boediono-tidak-menurunkan-bi-rates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: subprime mortgage dan Indonesia</title>
		<link>http://belajarkeuangan.com/2008/04/sub-prime-mortgage-and-indonesia/</link>
		<comments>http://belajarkeuangan.com/2008/04/sub-prime-mortgage-and-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 06:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugrohoadipratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[rate bunga]]></category>
		<category><![CDATA[sektor perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkeuangan.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Untuk sementara artikel ini menggunakan terjemahan dari Google Translate.
Sid H. Kusuma sebagai diterbitkan oleh detikFinance komprehensif melanjutkan menulis di Sub prime Mortgage ekonomi di AS.
Untuk sisa dari Anda yang tidak akrab dengan topik, mari kita mulai dengan istilah linguistik. Untuk membuatnya lebih sederhana, Sub prime Mortgage adalah hipotek yang diberikan kepada debitur sub prime. di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Untuk sementara artikel ini menggunakan terjemahan dari Google Translate.</em></p>
<p>Sid H. Kusuma sebagai diterbitkan oleh detikFinance komprehensif melanjutkan menulis di Sub prime Mortgage ekonomi di AS.</p>
<p>Untuk sisa dari Anda yang tidak akrab dengan topik, mari kita mulai dengan istilah linguistik. Untuk membuatnya lebih sederhana, Sub prime Mortgage adalah hipotek yang diberikan kepada debitur sub prime. di AS, hipotek debitur juga nilai (yang tidak terjadi di Indonesia). Kredit perusahaan sangat tergantung pada pihak ke-3 angka perusahaan yang mengklasifikasikan kebugaran dari setiap aplikasi hipotek. ada metode FICO misalnya, ia memberikan hipotek skor dari 300-850 pada [1] Pembayaran sejarah 35% [2] Jumlah Owed 30% [3] Sejarah Lama Kredit 15% [4] Baru kredit 10% dan [ 5] Jenis Kredit Digunakan. Sub prime debitur adalah debitur dengan FICO menilai kurang dari 620.</p>
<p>Sub prime debitur adalah debitur risiko tinggi, untuk mengatasi hal ini maka kredit perusahaan compensates profil resiko yang tinggi dengan bunga tinggi sebagai jaminan kredit streaming sesuai tinggi risiko tinggi kembali filosofi. Namun suku bunga tinggi adalah sulit untuk menjual, karena orang-orang di daerah sub prime kurang memiliki uang untuk membayar bunga, untuk mengatasi ini, maka kredit perusahaan mengembangkan produk yang terjangkau oleh debitur sub prime setidaknya pada awal tahun pembayaran debitur periode. Yang paling terkenal untuk skema sub prime mortgage di Amerika Serikat adalah 2 / 28 ARM skema di mana 75% dari Sub prime Mortgage berasal, sudah 2 tahun lebih rendah (baca: penggoda) menilai kemudian setelah 2 tahun menjadi adjustable rate.</p>
<p>Masalah dengan sub prime mortgage terjadi setelah masa penggoda atau &#8216;membantu bagian&#8217; berakhir. Sejak idea penggoda periode debitur telah memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas kinerja keuangan mereka sehingga mereka bisa pukulan dengan tingkat bunga hipotek mereka. Tapi, apa yang akan terjadi jika kekuatan keuangan mereka tidak mendapatkan apa pun yang lebih baik? Ini adalah penyebab krisis Sub prime Mortgage di Amerika Serikat. Setelah periode waktu tertentu, kualitas plummeted kredit, karena debitur tidak bisa membayar angsuran mereka meningkat.</p>
<p>Kerumitan US ini memungkinkan krisis ekonomi yang akan disampaikan melalui pengaruh efek untuk keseluruhan kondisi ekonomi negara.</p>
<p>Indonesia tidak langsung terpengaruh oleh krisis ini tidak ada sejak Indonesia ada perusahaan investasi yang signifikan pada sub prime mortgage dan Indonesia tidak ada perusahaan investasi yang signifikan pada setiap perusahaan yang terkena dampak krisis.</p>
<p>Namun bagaimanapun, krisis terlalu mempengaruhi Indonesia, dengan kegembiraan luar biasa dari nilai tukar dan pasar saham yang menunjukkan bahwa pasar Indonesia tidak kebal dari krisis&#8217; contagious efek. Terutama, Drajad Wibowo, seorang pembuat undang-undang di DPR (parlemen Indonesia) memiliki komentar tentang krisis sub prime efek pada perekonomian Indonesia bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah daripada itu sebagai prediksi oleh pemerintah Indonesia. Dia mengatakan bahwa pemerintah 6,8% dari perkiraan pertumbuhan ekonomi kelihatannya tidak mungkin, adalah sesuai untuk mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 hanya 6,1% pada angka.</p>
<p>Sangat wajar untuk Dradjat Wibowo mengatakan pendapat seperti itu, karena AS sebagai konsumen terbesar dunia dasar juga mengkonsumsi produk Indonesia. Oleh krisis, inflasi yang tinggi, kenaikan harga akan memperlambat konsumsi masyarakat di AS, dan jika konsumsi adalah lambat, permintaan terhadap produk Indonesia akan terlalu lambat.</p>

<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong></strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow" id="digg" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fsubmit%3Fphase%3D2%26amp%3Burl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bbodytext%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top';" title="Digg"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="sphinn" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fsphinn.com%2Findex.php%3Fc%3Dpost%26m%3Dsubmit%26link%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="Sphinn"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/sphinn.png" title="Sphinn" alt="Sphinn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="del.icio.us" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fdelicious.com%2Fpost%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bnotes%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top';" title="del.icio.us"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="facebook" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Bt%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="Facebook"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="mixx" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.mixx.com%2Fsubmit%3Fpage_url%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="Mixx"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" title="Mixx" alt="Mixx" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="google" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fbookmarks%2Fmark%3Fop%3Dedit%26amp%3Bbkmk%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bannotation%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top';" title="Google Bookmarks"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="blogsvine" href="javascript:window.location='';" title="Blogsvine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Blogsvine" alt="Blogsvine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="email" href="javascript:window.location='mailto%3A%3Fsubject%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3Bbody%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="indianpad" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.indianpad.com%2Fsubmit.php%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="IndianPad"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/indianpad.png" title="IndianPad" alt="IndianPad" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="ma.gnolia" href="javascript:window.location='';" title="Ma.gnolia"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Ma.gnolia" alt="Ma.gnolia" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="newsvine" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.newsvine.com%2F_tools%2Fseed%26amp%3Bsave%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Bh%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="NewsVine"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/newsvine.png" title="NewsVine" alt="NewsVine" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="pownce" href="javascript:window.location='';" title="Pownce"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/" title="Pownce" alt="Pownce" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="propeller" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fwww.propeller.com%2Fsubmit%2F%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="Propeller"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/propeller.png" title="Propeller" alt="Propeller" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="reddit" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Freddit.com%2Fsubmit%3Furl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3Btitle%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia';" title="Reddit"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow" id="technorati" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Ftechnorati.com%2Ffaves%3Fadd%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F';" title="Technorati"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow" id="yahoobuzz" href="javascript:window.location='http%3A%2F%2Fbuzz.yahoo.com%2Fsubmit%2F%3FsubmitUrl%3Dhttp%253A%252F%252Fbelajarkeuangan.com%252F2008%252F04%252Fsub-prime-mortgage-and-indonesia%252F%26amp%3BsubmitHeadline%3D%253A%253A%2520subprime%2520mortgage%2520dan%2520Indonesia%26amp%3BsubmitSummary%3DUntuk%2520sementara%2520artikel%2520ini%2520menggunakan%2520terjemahan%2520dari%2520Google%2520Translate.%250D%250A%250D%250ASid%2520H.%2520Kusuma%2520sebagai%2520diterbitkan%2520oleh%2520detikFinance%2520komprehensif%2520melanjutkan%2520menulis%2520di%2520Sub%2520prime%2520Mortgage%2520ekonomi%2520di%2520AS.%250D%250A%250D%250AUntuk%2520sisa%2520dari%2520Anda%2520yang%2520tidak%2520akrab%2520dengan%2520top%26amp%3BsubmitCategory%3Dscience%26amp%3BsubmitAssetType%3Dtext';" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://belajarkeuangan.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkeuangan.com/2008/04/sub-prime-mortgage-and-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
